Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Gedung Putih Umumkan Agenda Padat Presiden Trump, Respons Tragedi Penembakan Prajurit Garda Nasional

Selasa, 02/12/2025

Washington DC — Gedung Putih membuka pekan ini dengan serangkaian agenda padat Presiden Amerika Serikat Donald Trump serta penjelasan resmi terkait tragedi penembakan dua anggota Garda Nasional West Virginia yang terjadi di ibu kota pekan lalu.

Caroline, Juru Bicara Gedung Putih, membuka konferensi pers dengan permintaan maaf atas keterlambatan akibat kendala teknis sebelum menyampaikan jadwal kegiatan Presiden Donald Trump sepanjang minggu.

Agenda Presiden Trump

Pada Selasa, Presiden Trump akan memimpin rapat kabinet ke-9 tahun ini. Pada hari yang sama, ia dijadwalkan mengumumkan program baru bertajuk “Trump Accounts”, inisiatif tabungan masa depan bagi generasi muda Amerika.

Pada Kamis, Presiden Trump akan menjamu Presiden Rwanda dan Republik Demokratik Kongo untuk menandatangani kesepakatan perdamaian dan ekonomi bersejarah yang ia brokered. Malam harinya, Presiden dan Ibu Negara akan memimpin acara tahunan Lighting of the National Christmas Tree.

Pada Jumat, Trump akan menghadiri FIFA World Cup Final Draw di Kennedy Center.

Respons Tragedi Penembakan Prajurit Garda Nasional

Gedung Putih kembali menyoroti tragedi penembakan dua anggota Garda Nasional yang terjadi menjelang Thanksgiving.

Korban, US Army Specialist Sarah Beckram (20), meninggal akibat luka tembak, sementara US Air Force Staff Sergeant Andrew Wolf masih dirawat intensif di rumah sakit.

Pelaku diketahui merupakan warga negara Afghanistan yang masuk ke AS pada 2021 melalui program evakuasi era pemerintahan Biden. Gedung Putih menuduh pemerintahan sebelumnya gagal melakukan proses vetting yang memadai sehingga membuka celah bagi ancaman keamanan.

“Sarah dan Andrew adalah pahlawan. Pemerintahan ini tidak akan membiarkan pelaku atau siapa pun yang membahayakan warga Amerika lolos dari hukuman terberat,” kata Caroline.

Review Besar-besaran Imigran dari Afghanistan

Trump kini memerintahkan peninjauan ulang seluruh warga Afghanistan yang masuk pada masa pemerintahan sebelumnya.

Gedung Putih menegaskan:

Seluruh proses asylum dihentikan sementara untuk vetting tambahan.

Special Immigrant Visa (SIV) untuk Afghanistan dipause sejak insiden terjadi.

Semua pemegang visa dapat dicabut haknya bila dinilai tidak sejalan dengan kepentingan nasional.

Trump juga mempertegas komitmennya melakukan deportasi besar-besaran terhadap imigran ilegal yang dianggap berisiko terhadap keamanan nasional.

Isu Kedua: Operasi Militer di Venezuela

Caroline juga mengonfirmasi bahwa:

• Serangan kedua terhadap kapal narkoteroris pada 2 September dilakukan atas otorisasi Admiral Bradley, bukan atas perintah langsung Presiden Trump.

• Serangan tersebut dinyatakan “sesuai hukum perang dan untuk melindungi kepentingan vital AS”.

• Presiden Trump akan menggelar rapat dengan tim keamanan nasional terkait situasi Venezuela.

Isu Hukum: Rencana Pemberian Pardon

Trump menyatakan niat memberikan grasi kepada mantan Presiden Honduras, Juan Orlando Hernández, yang sebelumnya divonis atas kasus penyelundupan narkoba. Gedung Putih menyebut kasus Hernández sebagai “overprosecution” era Biden.

Sementara itu, Trump juga memberikan komutasi hukuman kepada pengusaha David Gentile, yang sebelumnya dihukum atas tuduhan penipuan investasi bernilai miliaran dolar. Gedung Putih berargumen bahwa kasus tersebut merupakan bentuk “weaponization of justice”.

Hasil MRI Presiden Trump

Gedung Putih merilis hasil pemindaian MRI Donald Trump sebagai bentuk transparansi publik.

Laporan resmi menyebutkan:

Kondisi jantung normal.

Tidak ada penyempitan arteri.

Organ abdominal sehat tanpa indikasi masalah akut ataupun kronis.

“Presiden Trump berada dalam kondisi kesehatan yang sangat baik,” demikian laporan dokternya.

Tags

Terkini