Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menarik perhatian publik setelah memberikan rangkaian pernyataan kontroversial dalam sesi tanya jawab bersama awak media saat berada di dalam pesawat kepresidenan. Sambil mengomentari kondisi ekonomi hingga isu geopolitik, Trump memberikan jawaban panjang yang mencakup Ukraina, Venezuela, imigrasi, hingga kebijakan obat-obatan.
Dalam pembukaannya, Trump menyoroti pencapaian ekonomi AS. Ia mengklaim angka pertumbuhan dan pembangunan pabrik di berbagai wilayah menunjukkan ekonomi berada di jalur yang kuat.
Isu Ukraina & Rusia
Trump mengaku telah berbicara dengan pihak Rusia dan Ukraina terkait upaya penghentian perang yang menurutnya telah menelan “27.000 korban hanya dalam beberapa minggu.” Ia menegaskan perang tersebut “tak ada hubungannya dengan AS” namun berharap dapat membantu menghentikan pertumpahan darah.
Ia juga menyinggung masalah korupsi di Ukraina yang disebutnya “menghambat proses perdamaian.”
Peringatan kepada Venezuela
Saat ditanya mengenai peringatan AS terhadap wilayah udara Venezuela, Trump menegaskan negara itu “tidak bersahabat” dan mengklaim telah mengirim jutaan orang — termasuk “penjahat dan pengedar narkoba” — ke AS. Ketika ditanya apakah peringatan tersebut terkait kemungkinan serangan udara, Trump menolak memberi detail.
Sikap soal Serangan Kapal dan Peran Menteri Pertahanan
Trump juga menolak anggapan bahwa Menteri Pertahanan memerintahkan serangan kedua dalam operasi penindakan narkoba di laut, dan mengatakan ia percaya pernyataan sang menteri. Ia menegaskan operasi pemberantasan narkoba telah menurunkan jumlah penyelundupan secara signifikan.
Imigrasi: Pernyataan Paling Kontroversial
Trump kembali menyampaikan retorika keras soal imigrasi, mengatakan pemerintahannya “tidak menginginkan orang-orang dari negara yang tidak bersahabat,” termasuk Somalia. Ia menyebut negara-negara tersebut “tidak stabil” dan “tidak membawa manfaat bagi AS.”
Trump juga menyatakan kemungkinan “men-denaturalisasi” warga negara AS yang menurutnya memperoleh kewarganegaraan secara tidak sah.
Komentar tentang Politisi & Serangan Pribadi
Dalam kesempatan itu, Trump kembali menyerang Gubernur Minnesota Tim Walz dan anggota Kongres Ilhan Omar dengan tuduhan-tuduhan yang tidak terbukti. Ia menyebut Walz “tidak kompeten” dan Omar “seharusnya tidak menjadi anggota Kongres jika benar melanggar hukum imigrasi.”
Kasus Penembakan Tentara Garda Nasional
Trump menyinggung kasus terbaru yang melibatkan tersangka imigran dan menekankan bahwa korban berasal dari keluarga “yang sangat religius dan hancur secara emosional.” Ia berjanji akan menghormati para korban di Gedung Putih.
Pemeriksaan Kesehatan dan Serangan Balik ke Media
Ketika ditanya soal permintaan untuk merilis hasil MRI, Trump menjawab bahwa ia bersedia merilisnya, namun menyindir media yang bertanya dengan mengatakan, “Saya aced tes kognitif yang tidak akan mampu Anda lakukan.”