BIRMINGHAM — Petinju Inggris Ben Whittaker kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu prospek paling bersinar di dunia tinju profesional. Dalam duel yang dijuluki “Battle of the Benz”, Whittaker menghancurkan Benjamin Gavazi hanya dalam dua menit ronde pertama melalui kombinasi kecepatan, akurasi, dan IQ bertarung yang benar-benar berbeda level.
Sebelum bel berbunyi, wasit mengingatkan keduanya untuk menjaga sportivitas. Whittaker yang dikenal dengan kemampuan teknis ala petinju amatir elite, serta popularitas luar biasa dengan jutaan pengikut di media sosial, memasuki ring dengan ekspektasi tinggi. Namun tetap ada tanda tanya: apakah perjalanan profesionalnya mampu memenuhi hype?
Di sudut lawan, Gavazi datang dengan reputasi solid—rekor 19 menang, 13 di antaranya KO. Namun sejak awal terlihat jelas perbedaan kualitas. Whittaker langsung membaca ritme Gavazi, mematahkan upaya lawan menutup jarak, dan mengeksekusi counter dengan tingkat presisi menakutkan.
Analis menilai Gavazi terlalu lambat untuk menandingi Whittaker. “Ini soal level,” ujar komentator. “Kecepatan Ben, reaksinya, footwork-nya, semuanya kelas dunia.”
Tak butuh waktu lama bagi Whittaker untuk mengambil kendali penuh. Sebuah body shot bersih disusul pukulan kanan telak mendarat tepat sasaran. Gavazi langsung roboh keras—penonton Birmingham pun seketika meledak. Whittaker hanya menatap sudutnya, seakan tahu bahwa ia baru saja memberi statement besar.
Kemenangan KO brutal ini membuat tim medis harus segera memeriksa kondisi Gavazi yang sempat tergeletak akibat dampak pukulan.
“Luar biasa. Tidak ada pukulan yang dipaksa. Semuanya tentang kecepatan dan akurasi,” komentar analis ring setelah laga.
Bagi Whittaker, inilah awal babak baru dalam karier profesionalnya bersama Matchroom. Di divisi 12 stone 7 yang terkenal sebagai “kolam penuh hiu”, kemenangan dominan seperti ini semakin menegaskan bahwa ia bukan hanya sensasi media—melainkan ancaman serius di jajaran contender.
Dengan performa secepat kilatan dan penyelesaian kelas dunia, Ben Whittaker keluar dari Birmingham sebagai bintang terang, membuka jalan karier menuju pertarungan besar berikutnya.