Jakarta — Malam kompetisi Dangdut Academy 7 Indosiar kembali memanas ketika April, salah satu finalis yang tengah mencuri perhatian publik, tampil memukau membawakan lagu “Hitam Bukan Putih”. Dengan vokal tajam dan penghayatan penuh emosi, April sukses membuat seluruh studio hening sebelum akhirnya pecah oleh tepuk tangan meriah.
Sejak bait pertama “Sekali terucap tak akan terulang lagi…”, April langsung menancapkan karakter kuatnya. Lirik penuh ketegasan tentang harga diri dan pendirian seorang perempuan ia bawakan dengan kontrol vokal stabil, nada tinggi terjaga, dan ekspresi panggung yang matang. Penonton larut ketika ia melantunkan bagian klimaks, “Bila sudah hitam tak akan berubah putih…”, yang dibawakan dengan power maksimal.
April juga menunjukkan kemampuan storytelling yang menjadi nilai lebihnya di kompetisi ini. Rasa sakit, ketegasan, hingga ketabahan dalam lagu tersebut sukses ia terjemahkan lewat intonasi dan gestur panggung yang tepat. Tidak heran, dewan juri memberikan tiga standing ovation sebagai bentuk apresiasi atas performa kuatnya malam itu.
Para juri menilai April tampil semakin percaya diri dan stabil, bahkan dinilai mampu “mengangkat kembali ruh original lagu” sekaligus memberi sentuhan interpretasi yang segar. Penonton di studio dan warganet pun ikut ramai memberikan pujian, menyebut penampilan April sebagai salah satu yang terbaik di babak ini.
Dengan capaian tiga standing ovation, April semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu kandidat kuat yang patut diperhitungkan di Dangdut Academy 7. Perjuangannya masih panjang, namun malam ini ia membuktikan satu hal: bagi April, panggung adalah tempat di mana warna suaranya tidak pernah salah—dan malam ini, “Hitam Bukan Putih” berubah menjadi salah satu penampilan paling terang di kompetisi.