Jakarta, 3 November 2025 — Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Dr. Naswardi, M.M., M.E.menegaskan bahwa ajang Anugerah Lembaga Sensor Film (LSF) 2025 bukan sekadar seremoni penghargaan, melainkan upaya nyata untuk memperkuat budaya sensor mandiri dan literasi menonton sesuai usia di kalangan masyarakat Indonesia.
Dalam konferensi pers yang digelar di Tower Emtek, Senayan, Jakarta, Senin (3/11), Dr. Naswardi hadir bersama 17 anggota LSF, termasuk Wakil Ketua Noorca, serta para ketua komisi seperti Ismail, Wiwit, dan Kwat. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama dengan Indosiar sebagai penyelenggara ajang penghargaan bergengsi ini.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kerja sama penyelenggaraan Anugerah Lembaga Sensor Film 2025 dengan Indosiar. Ini bukan hanya ajang apresiasi terhadap insan perfilman dan pertelevisian, tetapi juga wujud penghormatan terhadap kepatuhan budaya sensor mandiri,” ujar Dr. Naswardi.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Anugerah LSF tahun ini menggabungkan tiga unsur penting sekaligus: apresiasi bagi insan perfilman dan pertelevisian, penghargaan atas kepatuhan budaya sensor mandiri, serta kampanye literasi menonton sesuai usia.
“Kita ingin masyarakat semakin memahami pentingnya klasifikasi usia penonton. Literasi menonton menjadi bagian dari budaya bangsa. Karena tontonan sekarang tidak hanya dari televisi atau bioskop, tetapi juga dari platform digital yang belum sepenuhnya terkurasi,” tambahnya.
Melalui ajang ini, LSF berharap dunia perfilman dan pertelevisian Indonesia terus maju, sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih tontonan.
Acara Anugerah Lembaga Sensor Film 2025 akan diselenggarakan pada 8 November 2025 di Studio Emtek City, Jakarta Barat, dan disiarkan langsung oleh Indosiar.
“Harapannya, film nasional terus berkembang, televisi kita semakin berkualitas, dan literasi menonton masyarakat meningkat,” tutup Dr. Naswardi.