Citralive.com — London, 19 Oktober 2025 — Kabar mengejutkan datang dari keluarga kerajaan Inggris. Pangeran Andrew, adik dari Raja Charles III, secara resmi mengumumkan pada 17 Oktoberbahwa ia tidak lagi menggunakan gelar kerajaan, termasuk gelar bergengsinya sebagai Duke of York. Keputusan ini diambil menyusul “tuduhan yang terus berlanjut” terkait hubungannya dengan almarhum pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.
Namun, pertanyaan pun muncul di publik: siapa yang akan menggantikan posisi Duke of York selanjutnya?
Menurut pakar kerajaan Sharon Carpenter dalam wawancaranya dengan E! News, gelar tersebut tidak akan langsung diberikan kepada orang lain dalam waktu dekat.
“Secara aturan saat ini, sebuah dukedom mengikuti garis keturunan laki-laki. Karena Pangeran Andrew tidak memiliki anak laki-laki, gelar itu tidak akan diwariskan kepada putri-putrinya,” jelas Sharon.
Dengan kondisi tersebut, gelar Duke of York akan kembali ke tangan kerajaan (Crown) setelah Pangeran Andrew meninggal dunia. Baru setelah itu, raja yang sedang berkuasa berhak mengalihkan atau menganugerahkan kembali gelar tersebut kepada pihak lain.
Meski demikian, Sharon menilai keputusan Andrew untuk berhenti menggunakan gelarnya lebih bersifat simbolis pada tahap ini.
“Ia akan berhenti menggunakan gelar Duke of York dan gelar kerajaan lainnya dalam kapasitas resmi, tapi langkah ini masih bersifat simbolik untuk sekarang,” tambahnya.
Gelar Duke of York sendiri memiliki sejarah panjang dalam monarki Inggris. Gelar ini secara tradisional diberikan kepada anak laki-laki kedua dari penguasa kerajaan Inggris. Sebelum Andrew, gelar ini pernah dipegang oleh tokoh penting seperti Raja George VI, ayah dari Ratu Elizabeth II.
Dengan belum adanya penerus langsung dari garis keturunan laki-laki Andrew, publik masih menunggu keputusan selanjutnya dari Raja Charles III — apakah gelar Duke of York akan tetap “dikosongkan” atau suatu hari diberikan kepada anggota kerajaan lain.