Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Badai Dahsyat Hantam Alaska, Ratusan Warga Dievakuasi dalam Operasi Udara Terbesar dalam Sejarah Negara Bagian

Jum'at, 17/10/2025
 Badai Dahsyat Hantam Alaska, Ratusan Warga Dievakuasi dalam Operasi Udara Terbesar dalam Sejarah Negara Bagian
badai besar menghantam kawasan pesisir dan menyebabkan banjir parah ( Dok ABC)

ANCHORAGE, ALASKA — Ratusan warga di wilayah barat Alaska dievakuasi melalui udara semalam setelah badai besar menghantam kawasan pesisir dan menyebabkan banjir parah yang meluas. Operasi penyelamatan ini menjadi airlift terbesar dalam sejarah Alaska, menyusul terjangan angin hingga 100 mil per jam (sekitar 160 km/jam) dan gelombang badai setinggi lebih dari 6 kaki (hampir 2 meter) yang dipicu oleh sisa Topan Halong.

Badai tersebut menerjang komunitas-komunitas terpencil di sepanjang pesisir Laut Bering, menghancurkan rumah-rumah, jembatan kayu, dan infrastruktur vital. Sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan dua lainnya masih hilang, sementara ratusan warga kehilangan tempat tinggal.

“Kedengarannya seperti banyak benda menghantam rumah. Segalanya bergetar,” ujar seorang warga dari Kipnook, salah satu kota kecil yang kini berubah menjadi lumpur setelah dilanda banjir.

Evakuasi Massal Menuju Anchorage

Sebagian besar penduduk dari kota-kota pesisir seperti Kipnook dan sekitarnya terpaksa dievakuasi ke Anchorage, sekitar 500 mil udara dari wilayah terdampak. Alaska Air National Guardmengangkut lebih dari 300 warga menggunakan pesawat C-17, termasuk anak-anak, lansia, dan hewan peliharaan.

Rekaman dari Joint Base Elmendorf-Richardson memperlihatkan keluarga-keluarga keluar dari pesawat dengan membawa barang seadanya, beberapa mendorong kerabat lanjut usia di kursi roda menuju bus evakuasi.

“Ini mimpi buruk. Saya melihat rumah paman saya tersapu air bersama keluarga di dalamnya. Saya belum pernah mendengar teriakan panik seperti itu,” ungkap Tristan Carl, warga setempat yang menyaksikan langsung kehancuran tersebut.

Glenn Charlie, korban selamat lainnya, menambahkan, “Bangunan bisa diganti, tapi nyawa tidak.”

Penyebab dan Dampak Cuaca Ekstrem

Menurut laporan ahli meteorologi Ginger Zee, badai ini berawal dari Topan Halong yang semula berkekuatan setara badai kategori 4 di selatan Jepang. Setelah melemah, sistem tekanan rendah itu terseret ke utara oleh arus jetstream kuat, bertemu dengan permukaan laut Laut Bering yang lebih hangat dari biasanya—kombinasi yang menciptakan badai pesisir ekstrem.

Fenomena ini menyebabkan “storm surge” atau dorongan air laut setinggi lebih dari 6,5 kaki, mendorong air seperti bulldozer raksasa ke arah daratan dan menumbangkan bangunan di jalurnya. Kecepatan angin yang mencapai 100 mph memperparah kerusakan dan mempercepat banjir di wilayah yang sebelumnya sudah dikenal rentan terhadap perubahan iklim.

“Komunitas-komunitas ini telah diperingatkan selama beberapa dekade tentang meningkatnya risiko banjir akibat pemanasan global,” ujar pejabat cuaca setempat.

Perlombaan Melawan Waktu

Dengan suhu kini menurun hingga di bawah nol derajat Celsius, tim penyelamat berpacu dengan waktu untuk mengevakuasi warga yang masih terjebak dan mencari korban hilang sebelum kondisi memburuk. Banyak rumah yang kini “jenuh air” dan tidak lagi layak huni.

Operasi pencarian dan evakuasi akan terus berlanjut beberapa hari ke depan, sementara pemerintah negara bagian Alaska telah mengumumkan status darurat di seluruh wilayah pesisir barat.( ABC )

Tags

Terkini