Busan, Korea Selatan — Dunia pelayaran Asia Timur mendapat tambahan armada baru dengan hadirnya “Panstar Miracle”, kapal feri modern yang resmi memulai pelayaran perdananya dari Busan ke Osaka pada tahun 2025. Dengan panjang mencapai 171 meter, desain interior mewah bergaya dinasti Joseon, serta layanan dua kali makan prasmanan yang sudah termasuk dalam harga tiket, kapal ini langsung menarik perhatian para pelancong.
Perjalanan dimulai dari Terminal Penumpang Internasional Pelabuhan Busan, salah satu terminal feri terbesar di dunia. Hanya berjarak tujuh menit berjalan kaki dari Stasiun Busan, kawasan ini tengah mengalami pembangunan besar-besaran untuk menjadi pusat wisata dan transportasi laut modern. Penumpang kapal ke Osaka dapat melakukan check-in antara pukul 14.00 hingga 15.00, sebelum keberangkatan pukul 16.00 waktu setempat.
Namun, pelayaran perdana “Panstar Miracle” sempat tertunda satu jam akibat digelarnya acara seni di dek luar kapal. Pertunjukan tersebut dibawakan oleh mahasiswa seni dari Korea Selatan, menampilkan tarian yang memadukan unsur tradisional dan modern — sebuah bentuk apresiasi budaya sebelum kapal berlayar meninggalkan Busan pukul 17.00.
Begitu berangkat, penumpang disuguhi pemandangan spektakuler Jembatan Busan Port, laut Tsushima, hingga pulau-pulau kecil di sepanjang Selat Korea. Kapal ini berlayar menuju Osaka dengan waktu tempuh sekitar 17 jam, tiba sesuai jadwal pada pukul 09.00 pagi.
Kabin termurah, tipe Inside, dibanderol USD 135, sedangkan tipe Ocean View yang populer dengan dua kali makan prasmanan dibuka seharga USD 165. Penumpang yang ingin pengalaman lebih mewah dapat memilih Balcony Suite (USD 335), Royal Suite (USD 465), atau bahkan Presidential Suite (USD 800) dengan fasilitas jacuzzi dan ruang tamu luas. Ada pula Owner’s Room, kabin eksklusif dengan harga tidak diumumkan dan hanya dapat dipesan melalui permintaan khusus.
Selain kabin modern, fasilitas di kapal ini meliputi restoran prasmanan, bar sushi, sauna, ruang yoga, area bermain anak, toko bebas bea, hingga kasino kecil. Area dek luar menawarkan pemandangan laut yang memukau, terutama saat kapal melintasi Jembatan Seto Besar dan Jembatan Akashi Kaikyo, dua ikon arsitektur Jepang.
Sesampainya di Osaka, kapal bersandar di Terminal Feri Internasional, dengan proses imigrasi yang cepat dan akses mudah menuju Stasiun Cosmo Square hanya lima menit dengan bus. Dari sana, penumpang bisa melanjutkan perjalanan ke lokasi Expo 2025 Osaka di Yumeshima.
Dengan kenyamanan modern, pelayanan prima, dan desain elegan yang memadukan tradisi serta kemewahan, “Panstar Miracle” bukan sekadar kapal feri, tetapi pengalaman wisata laut kelas premium di antara dua kota besar Asia Timur.
“Panstar Miracle, see you next time,” tulis salah satu penumpang dalam catatan perjalanannya, menutup pelayaran yang meninggalkan kesan mendalam di lautan Busan–Osaka.