Istanbul – Atmosfer panas kembali menyelimuti Rams Park, markas Galatasaray, ketika tuan rumah menjamu Liverpool pada laga kedua fase grup Liga Champions 2025/26, Rabu (1/10) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi ujian mental bagi The Reds yang baru saja menelan kekalahan menyakitkan di Premier League akhir pekan lalu.
Arne Slot membuat keputusan mengejutkan dengan mencadangkan Mohamed Salah. Bintang Mesir itu baru masuk dalam daftar pemain pengganti, sementara Jeremy Frimpong dipercaya mengisi sisi kanan serangan. “Mo selalu penting, tapi untuk laga seperti ini kami butuh energi dan keseimbangan sejak awal,” ujar Slot sebelum pertandingan.
Liverpool turun dengan formasi yang cukup variatif. Alisson Becker tetap menjadi andalan di bawah mistar, didukung Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté di jantung pertahanan. Dominik Szoboszlai kemungkinan dimainkan sebagai bek kanan darurat, dengan Frimpong di depannya untuk menahan agresivitas Galatasaray.
Di lini tengah, Curtis Jones dan Ryan Gravenberch mendapat kesempatan sejak menit awal, sementara di lini depan Hugo Ekitiké dipercaya untuk menjadi pembeda. Arne Slot juga menegaskan rotasi penting dilakukan, mengingat jadwal padat yang dijalani Liverpool.
Sementara itu, tuan rumah Galatasaray berharap atmosfer stadion bisa menjadi senjata tambahan. Rams Park terkenal sebagai salah satu arena paling bising di Eropa, dengan rekor kebisingan mencapai 131 desibel. “Kami ingin suporter memberi energi besar malam ini,” ujar pelatih Galatasaray dalam konferensi pers.
Liverpool punya catatan manis di Istanbul ketika menjuarai Liga Champions 2005 di Stadion Ataturk, tetapi duel kontra Galatasaray selalu menghadirkan atmosfer penuh intimidasi. Laga ini diprediksi berjalan sengit, terutama karena tuan rumah ingin bangkit usai kekalahan telak di laga perdana grup.
Kick-off dijadwalkan pukul 02.00 WIB, dan diperkirakan 54 ribu penonton akan memenuhi Rams Park. Dengan posisi Liverpool yang masih sempurna usai menekuk Atletico Madrid di laga pembuka, kemenangan di Istanbul akan membuka jalan mulus menuju babak 16 besar.
Kini sorotan tertuju pada dua hal: bagaimana Liverpool mengatasi tekanan publik Turki, serta apakah Mohamed Salah akan kembali menjadi penentu dari bangku cadangan.