Chef Ronald Tokilov: Anak Muda Tak Perlu Takut Jadi Muda, Kompetisi “Koki Muda Koepoe-Koepoe” Jadi Ajang Kreasi SMK se-Indonesia

Rabu, 06/08/2025

Jakarta, 6 Agustus 2025 — “Anak muda itu enggak perlu takut menjadi muda.” Kalimat itu dilontarkan penuh semangat oleh Chef Ronald Noverson Tokilov, juri tamu dalam ajang kuliner nasional “Koki Muda Koepoe-Koepoe”, yang resmi diluncurkan pada Selasa (5/8) di kawasan Pluit Raya, Jakarta Utara.

Chef Ronald, yang baru tiba dari Bali untuk bergabung dalam program ini, menyampaikan antusiasmenya saat menerima undangan menjadi juri. “Buat saya, ini kehormatan. Waktu saya dikontak, langsung ingat brand Koepoe-Koepoe yang sudah melegenda. Ibu saya pakai, nenek saya juga,” ungkapnya di hadapan media.

Dari Rempah Hingga Legacy

Tak hanya sekadar kompetisi memasak, “Koki Muda Koepoe-Koepoe” membawa misi lebih besar: memperkenalkan kekayaan rempah Indonesia kepada generasi muda, khususnya siswa SMK jurusan tata boga dari tiga kota besar, dengan jumlah peserta mencapai 600 tim dari berbagai daerah.

Chef Ronald mengaku sempat terpikir, “Gimana cara menilai 600 tim?” Tapi justru itulah yang membuat kompetisi ini istimewa. “Ini gebrakan besar. Kompetisi ini bukan cuma soal menang atau kalah, tapi membuka ruang ekspresi dan eksplorasi seluas-luasnya bagi anak muda dalam dunia kuliner,” jelasnya.

Menurutnya, rempah adalah jantung dari masakan Indonesia, dan menjadi penting untuk dikenalkan sedini mungkin. “Saya selalu bilang, bicara masakan Indonesia itu bicara rempah. Koepoe-Koepoe melalui kompetisi ini memudahkan siswa untuk belajar dan mengenal bahan-bahan yang dulu mungkin asing bagi mereka.”

Mencetak Chef dari Bangku SMK

Salah satu hal yang paling menyentuh hati Chef Ronald adalah ketika tahu peserta datang dari sekolah-sekolah kejuruan. “Chef yang baik adalah chef yang bisa mencetak chef lain. Melihat semangat anak-anak SMK ikut lomba, saya langsung tergerak.”

Ia juga mengingatkan pentingnya tanggung jawab seorang juri. “Bagi saya, jadi juri itu berat. Karena saya enggak bisa bilang masakan itu enggak enak. Tapi saya juga percaya, dengan pembinaan yang benar, anak muda kita bisa berkembang pesat.”

Rempah, Media Sosial, dan Edukasi Rasa

Di akhir pernyataannya, Chef Ronald berharap kompetisi ini bukan hanya menghasilkan pemenang, tapi juga membangun budaya baru dalam memahami dan menggunakan rempah Indonesia, bahkan hingga dikenal di mancanegara.

“Sekarang semua bisa diakses lewat sosial media. Saya pun sering berbagi di sana. Jadi saat anak-anak ini belajar masak, mereka juga harus tahu produknya. Dengan Koepoe-Koepoe, rempah jadi lebih dekat, lebih mudah digunakan, dan lebih dikenal.”

“Koki Muda Koepoe-Koepoe” menjadi ajang penting bagi regenerasi chef muda Tanah Air. Dan kehadiran juri-juri seperti Chef Ronald Tokilov dan Chef Rafael di balik kompetisi ini menunjukkan keseriusan Koepoe-Koepoe dalam meramu masa depan kuliner Indonesia.

Tags

Terkini