Koki Muda Koepoe Koepoe” Resmi Diluncurkan: Ajang Bergengsi Ciptakan Generasi Chef Pencinta Rempah Indonesia

Selasa, 05/08/2025

Jakarta, 5 Agustus 2025 — Upaya melestarikan warisan kuliner Indonesia kembali mendapat angin segar lewat peluncuran ajang “Koki Muda Koepoe Koepoe”, sebuah kompetisi memasak kreatif antar pelajar SMA/SMK jurusan tata boga yang digagas oleh PT Anggana Catur Prima melalui brand legendaris Koepoe Koepoe. Acara ini secara resmi diumumkan dalam konferensi pers di kawasan Pulit Raya, Jakarta Utara.

Hadir dalam acara tersebut sejumlah tokoh penting seperti Irene Umar, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Chef Rafael Triloko Basanto, Presiden Association of Culinary Professionals Indonesia, serta Chef Ron Tekilov yang didapuk sebagai juri sekaligus duta rempah Indonesia dalam ajang ini.

“Koki Muda Koepoe Koepoe adalah bukti nyata komitmen kami dalam menjaga cita rasa warisan bangsa. Kami ingin pelajar mengenal lebih dekat ragam rempah Indonesia dan belajar mengolahnya dengan kreatif. Ini bukan sekadar lomba, tapi jembatan edukatif antara sekolah dan dunia kuliner Indonesia,” ujar Harry Widjaja, Presiden Direktur PT Anggana Catur Prima.

Kompetisi di Tiga Kota Besar, Libatkan Ratusan Tim Sekolah

Kompetisi ini akan digelar di Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, melibatkan 675 tim dari 45 sekolah. Dimulai dari roadshow ke tiap sekolah, ajang ini akan berlanjut ke babak BIGBANG di masing-masing kota, sebelum akhirnya mencapai puncaknya di GRAND FINAL yang akan digelar di Jakarta atau Yogyakarta.

Peserta ditantang menciptakan masakan khas Indonesia menggunakan aneka rempah dari Koepoe Koepoe—yang selama lebih dari 70 tahun menjadi bagian dari dapur masyarakat Indonesia. Para pemenang akan membawa pulang tabungan pendidikan, trofi, sertifikat, hingga peluang untuk dikenal di dunia kuliner profesional.

Didukung Pemerintah dan Profesional Kuliner

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menyampaikan dukungan penuh terhadap inisiatif ini, menegaskan bahwa sektor kuliner adalah salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif yang menjadi fokus pengembangan nasional.

“Program seperti ini tidak hanya mendidik, tapi juga mengangkat budaya bangsa. Kuliner adalah identitas dan potensi ekonomi. Kolaborasi antara dunia usaha, pendidikan, dan pelaku kreatif seperti ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Senada dengan itu, Chef Ron Tekilov menekankan pentingnya regenerasi chef Indonesia yang berakar pada budaya lokal.

“Anak-anak muda harus tahu akar rasa Indonesia. Lewat ajang ini, mereka bisa belajar, bereksperimen, dan berinovasi dengan rempah-rempah lokal yang jadi ciri khas kita.”

Sementara Chef Rafael Triloko Basanto, sebagai pimpinan asosiasi profesional kuliner, menyebut kompetisi ini sebagai langkah strategis dalam mendidik dan menyiapkan chef masa depan yang tak hanya handal, tapi juga berkarakter.

“Koki Muda Koepoe Koepoe adalah investasi nyata untuk mencetak generasi chef yang siap bersaing secara global, tanpa meninggalkan akar kuliner Nusantara.”

Misi dan Harapan: #BanggaRasaIndonesia

Program ini membawa semangat #BanggaRasaIndonesia, dengan tiga misi utama:

1. Melestarikan warisan kuliner Nusantara melalui eksplorasi rempah-rempah asli Indonesia.

2. Mendidik dan menginspirasi generasi muda untuk mencintai budaya bangsa melalui dapur sekolah.

3. Menguatkan ekosistem kuliner Indonesia dengan menciptakan ruang kompetisi yang sehat, edukatif, dan berkelanjutan.

Ajang ini tidak hanya bertujuan melahirkan pemenang lomba, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan budaya kuliner Indonesia.

Koepoe Koepoe percaya, setiap langkah kecil di dapur sekolah hari ini bisa menjadi awal dari langkah besar kuliner Indonesia di panggung dunia.

Tags

Terkini