Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Alika Jantinia Ungkap Tantangan Perankan Nyai Ratri di Film Gowok Kamasutra Jawa

Selasa, 27/05/2025

Jakarta — Aktris muda Alika Jantinia membagikan pengalamannya saat memerankan karakter Nyai Ratri dalam film terbaru garapan sutradara Hanung Bramantyo, Gowok Kamasutra Jawa. Dalam sesi wawancara usai prescreening film yang digelar di XXI Plaza Indonesia, Jakarta pada Senin (26/5/2025), Alika mengaku perannya kali ini menjadi salah satu pengalaman akting paling menantang sekaligus bermakna dalam perjalanan kariernya.

Alika menjelaskan bahwa selama proses produksi, dirinya dan para pemain lainnya saling menjaga energi positif tanpa ada yang merasa lebih dominan. “Aku terbiasa sama-sama untuk hasil yang terbaik. Jadi nggak ada yang merasa lebih oke atau punya power lebih. Kalau ini porsinya Nyai Ratri, aku ambil. Kalau ini porsinya Nyai Santi, aku kasih. Jadi saling berbagi energi positif,”ungkap Alika.

Karakter yang Relate dengan Perempuan Masa Kini

Menurut Alika, karakter Nyai Ratri sangat menarik karena membawa tema mimpi dan kebebasan perempuan yang hingga kini masih relevan. “Aku suka banget karakter Ratri, gimana dia punya mimpi sendiri. Meskipun beda zaman, saat itu mimpi perempuan tuh masih dianggap tabu. Sementara sekarang, perempuan punya kebebasan untuk menentukan jalannya sendiri,” ujarnya.

Alika juga mengaku sempat merasakan tantangan saat harus memerankan karakter yang hidup di era di mana perempuan tidak sebebas sekarang. “Aku tumbuh dengan kebebasan memilih jalan hidupku. Jadi ketika harus jadi Ratri yang melawan takdir di masanya, struggle-nya berasa banget. Dan aku rasa itu bisa relate sama banyak perempuan sekarang. Meskipun kita di dunia modern, masih banyak yang belum bisa bebas menentukan mimpi mereka,” jelasnya.

Adegan Berani dengan Devano Danendra

Salah satu yang menjadi perhatian dalam film ini adalah adegan ranjang antara Alika dan aktor muda Devano Danendra. Meski sempat menimbulkan rasa gugup, Alika memastikan bahwa adegan tersebut dilakukan secara profesional dengan arahan sutradara dan pengawasan ketat di lokasi.

“Tentunya semua adegan, termasuk yang sensitif, dilakukan dengan profesional. Banyak diskusi, reading, dan pengarahan detail dari Mas Hanung dan Mas Jaya. Itu bikin aku nyaman dan tetap menjaga batas,” kata Alika.

Film Gowok Kamasutra Jawa sendiri mengangkat kisah kompleks tentang cinta, posisi perempuan di masa lalu, serta relasi kuasa dalam sebuah hubungan. Diperkaya dengan nuansa budaya Jawa dan nilai-nilai sosial yang masih relevan, film ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru bagi penontonnya.

Tags

Terkini