Jakarta – Mantan manajer sekaligus sahabat lama Dewi Perssik, Mak Vera, angkat bicara terkait aksi sosial sang pedangdut yang membagikan beras dan uang tunai Rp10 ribu kepada masyarakat di tiga wilayah di Jember saat momen Lebaran. Aksi mulia Dewi Perssik ini sempat menuai komentar beragam dari warganet, termasuk beberapa yang menyindir nominal uang yang diberikan.
Namun, menurut Mak Vera, niat baik seharusnya tidak dinilai dari besar kecilnya nominal yang diberikan, melainkan dari ketulusan hati dalam membantu sesama.
“Keren sih Dewi Perssik. Dia membantu masyarakat miskin di daerah Jember, tempat kelahirannya. Dia bersedekah dengan memberikan beras dan uang. Yang patut kita acungkan jempol adalah, setiap niat baik orang jangan dilihat dari nominalnya,” ujar Mak Vera dalam sebuah pernyataan di akun Tiktok.
Ia menambahkan bahwa sedekah, sekecil apa pun bentuknya, tetaplah berharga di mata Tuhan. Apalagi jika dilakukan dengan ikhlas dan tanpa pamrih.
“Bayangin, 5.000 orang dia kasih beras dan uang. Itu juga diberikan ke anak-anak kecil yang datang, bahkan ada juga ibunya yang dapat. Itu rezeki. Jangan lihat Rp10 ribunya, lihat niat baiknya,” tegasnya.
Mak Vera juga menyayangkan adanya pihak-pihak yang malah menghujat niat baik tersebut. Ia mengajak publik untuk mengambil sisi positif dari aksi Dewi Perssik dan menjadikannya inspirasi.
“Kenapa sih orang berbuat baik aja dihujat? Salahnya Dewi apa? Dari dulu aku tahu banget Dewi itu sayang sama orang tuanya, sama bapaknya, sama ibunya. Dan dia sering banget berbagi, baik di Jakarta maupun di Jember. Tolonglah dihargai, jangan dihujat,” ungkap Mak Vera penuh empati.
Ia pun berharap masyarakat bisa lebih bijak dalam menilai orang lain, terutama ketika seseorang berusaha melakukan kebaikan.
“Andaikan semua masyarakat Indonesia atau artis-artis lain bisa berbagi seperti Dewi Perssik, alangkah indahnya. Jangan malah dipelintir jadi fitnah. Jadikan ini contoh, bukan bahan hinaan,” tutupnya.
Aksi Dewi Perssik yang membagikan bantuan kepada ribuan warga Jember di momen Lebaran menunjukkan bahwa kebaikan tidak harus selalu datang dalam jumlah besar, tapi dari hati yang tulus dan niat yang baik.