Citraselebriti – Microsoft resmi memperkenalkan Surface Laptop generasi kedelapan (Surface Laptop 8) untuk tahun 2026. Laptop premium ini hadir dengan sejumlah peningkatan signifikan, mulai dari prosesor terbaru berbasis ARM, kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih kuat, hingga pilihan warna baru yang lebih segar.
Dalam ulasan yang dibawakan oleh Aaron dari kanal teknologi Zollotech, Surface Laptop 8 tersedia dalam dua ukuran layar, yakni 13,8 inci dan 15 inci. Perangkat ini dibanderol mulai dari US$1.599,99 hingga US$3.449,99, tergantung konfigurasi yang dipilih.
Surface Laptop 8 ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon X2 Plus 10-core atau Snapdragon X2 Elite 12-core. Pengguna dapat memilih konfigurasi RAM mulai dari 16 GB hingga 64 GB, serta penyimpanan SSD berkapasitas 512 GB atau 1 TB yang dapat diganti.
Salah satu daya tarik utama perangkat ini adalah hadirnya warna baru bernama Jade, selain pilihan Dune, Platinum, dan Black. Desainnya tetap mempertahankan bodi aluminium anodized yang menjadi ciri khas lini Surface.
Untuk model 13,8 inci, Microsoft menyematkan layar PixelSense HDR LCD touchscreen dengan resolusi tinggi dan refresh rate 120Hz. Layar ini memiliki tingkat kecerahan hingga 600 nits serta mendukung Dolby Vision IQ untuk pengalaman visual yang lebih imersif.
Dari sisi konektivitas, Surface Laptop 8 dilengkapi dua port USB-C USB4, satu port USB-A 3.2, jack audio 3,5 mm, serta Surface Connect. Perangkat juga telah mendukung Wi-Fi 7 dan Bluetooth 5.4.
Microsoft turut meningkatkan kemampuan AI melalui Qualcomm Hexagon NPU yang kini mampu menghasilkan performa hingga 80 TOPS (Trillion Operations Per Second), meningkat dari 45 TOPS pada generasi sebelumnya. Perusahaan juga mengklaim performa grafis meningkat hingga 53 persen berkat GPU Qualcomm Adreno terbaru.
Laptop ini menggunakan kamera Surface Studio 1080p yang mendukung Windows Hello untuk login menggunakan wajah. Selain itu, terdapat speaker Omnisonic dengan dukungan Dolby Atmos dan mikrofon Studio Mics dengan fitur Voice Focus.
Dalam pengujian awal, Surface Laptop 8 menunjukkan performa yang cukup baik untuk aktivitas produktivitas sehari-hari seperti Microsoft Word, Excel, Figma, hingga pemanfaatan fitur AI melalui Copilot. Namun untuk kebutuhan gaming berat, perangkat ini masih memiliki keterbatasan.
Game Cities: Skylines masih dapat dijalankan dengan cukup lancar pada pengaturan tertentu, tetapi game yang lebih berat seperti Call of Duty mengalami kendala dan gagal berjalan secara optimal. Karena itu, perangkat ini dinilai lebih cocok untuk produktivitas, kreativitas, dan pekerjaan profesional dibandingkan gaming.
Pengujian benchmark Geekbench mencatat skor 2.519 untuk single-core dan 13.664 untuk multi-core. Sementara kecepatan SSD mencapai sekitar 3.531 MB/s untuk baca dan 3.369 MB/s untuk tulis.
Daya tahan baterai juga menjadi salah satu keunggulan Surface Laptop 8. Microsoft mengklaim perangkat ini mampu bertahan hingga 20 jam pemutaran video atau 16 jam penggunaan web aktif. Laptop ini mendukung pengisian cepat 60 watt, meski dalam paket penjualan hanya disertakan adaptor 39 watt.
Selama pengujian, perangkat juga menunjukkan manajemen suhu yang baik. Laptop tetap terasa dingin dan hampir tidak menghasilkan suara kipas saat menjalankan benchmark maupun aplikasi produktivitas.
Meski demikian, Aaron menilai harga awal yang mencapai US$1.599 membuat Surface Laptop 8 menghadapi persaingan ketat dari berbagai laptop Windows premium lainnya maupun laptop Mac. Ia menyarankan pengguna yang hanya membutuhkan perangkat untuk sekolah atau pekerjaan ringan dapat mempertimbangkan generasi sebelumnya yang lebih terjangkau.
Secara keseluruhan, Surface Laptop 8 menawarkan desain premium, layar berkualitas tinggi, kemampuan AI yang lebih mumpuni, serta pengalaman penggunaan yang nyaman. Namun, bagi pengguna yang mengutamakan performa gaming atau nilai terbaik di kelas harganya, masih terdapat sejumlah alternatif menarik di pasaran.
Artikel Terkait
Anne Hathaway Umumkan Kehamilan Anak Ketiga, Bagikan Momen Bahagia Bersama Keluarga
Davina Karamoy Akui Dirugikan, Fokus Cari Solusi Terkait Kasus Travel Haji
Barry Can’t Swim Buka Era Baru Karier Lewat Single Emosional “Return To Bhibo”
Film Fiksi Ilmiah “Hot Spot” Tawarkan Misteri, Teknologi, dan Ancaman Dunia Digital