Citraselebriti – Aktris Lutesha mengungkapkan tantangan besar yang dihadapinya saat memerankan karakter Tari dalam film horor-drama Cerita Lila. Menurutnya, peran tersebut menjadi salah satu karakter dengan beban emosional paling berat yang pernah ia jalani sepanjang kariernya.
Dalam sesi jumpa pers film Cerita Lila di kawasan Episentrum, Jakarta Selatan, Jumat (12/6), Lutesha mengaku awalnya mengira film garapan sutradara Bobby Prasetyo itu akan menjadi film horor dengan adegan-adegan menegangkan yang identik dengan aksi kejar-kejaran.
“Saat pertama ditawari skripnya, saya pikir ini film horor biasa. Saya juga sempat bertanya ke teman-teman bagaimana bekerja sama dengan Mas Bobby Saya membayangkan proses syuting yang seru dengan adegan-adegan horor,” ujarnya.
Namun, pandangannya berubah setelah membaca naskah secara menyeluruh. Ia justru menemukan bahwa kisah yang diangkat memiliki unsur drama emosional yang sangat kuat.
“Ketika membaca karakternya dan ceritanya, saya langsung merasa deg-degan karena karakter Tari punya beban yang sangat berat. Ternyata ini drama yang sangat emosional,” kata Lutesha.
Untuk mendalami peran tersebut, Lutesha menjalani proses reading selama sekitar satu bulan bersama sutradara Bobby Prasetyo dan tim kreatif. Menurutnya, proses tersebut membantu memahami lapisan emosi yang kompleks dari karakter Tari.
Ia menjelaskan salah satu adegan paling berat yang dijalaninya adalah saat Tari mengalami pergulatan batin yang begitu intens. Karakter tersebut digambarkan sebagai seorang ibu yang ingin melindungi dan memberikan kehidupan terbaik bagi anaknya, Nia, namun tidak mampu mengendalikan situasi yang sedang terjadi.
“Yang saya rasakan adalah semua emosi bercampur jadi satu. Tari ingin melindungi Nia ( Myesha ), ingin hidup untuk anaknya, ingin memberikan yang terbaik, tetapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia juga tidak mengerti apa yang sedang terjadi pada dirinya. Emosi itu langsung keluar begitu saja saat syuting,” ungkapnya.
Meski menghadapi adegan-adegan yang cukup berat secara emosional dan teknis, Lutesha mengaku menikmati proses produksi film tersebut. Ia bahkan menyebut pengalaman bekerja dalam film horor bersama Bobby Prasetyo membuatnya ketagihan untuk kembali terlibat dalam genre serupa.
Sementara itu, lawan mainnya yang juga terlibat dalam proses reading mengungkapkan bahwa pendalaman karakter dilakukan secara intens. Beberapa adegan bahkan harus diulang berkali-kali demi mendapatkan tingkat emosi yang sesuai dengan visi sutradara.
Menurutnya, Bobby Prasetyo terus mengingatkan para pemain untuk menjaga eskalasi emosi karakter, terutama beban yang harus dipikul Tari, mulai dari persoalan hak asuh anak, biaya sekolah, hingga tekanan ekonomi yang menghimpit kehidupannya.
“Mas Bobby selalu mengingatkan agar emosi itu tidak lepas. Karena karakter Tari membawa begitu banyak beban dalam hidupnya. Jadi selama reading dan syuting, kami terus mempertajam emosi di setiap adegan,” tuturnya.
Film Cerita Lila menghadirkan perpaduan unsur horor dan drama keluarga yang menitikberatkan pada konflik emosional para karakternya, dengan Lutesha sebagai pemeran utama yang membawa kisah perjuangan seorang ibu dalam situasi penuh tekanan dan misteri.
Artikel Terkait
CrazAngel Tampilkan Pesona Artistik Lewat Single “Picasso”
IS:SUE Tampilkan Energi Percaya Diri Lewat Lagu Penuh Semangat “Step It Up”
Deretan Hunian dan Bangunan Paling Ekstrem di Dunia, Berdiri di Tebing, Lautan hingga Luar Angkasa
Chris Brown dan “Kiss Kiss”, Lagu yang Mengukuhkan Status Bintang R&B Generasi Baru