NATO Apresiasi Peran Bulgaria Perkuat Pertahanan Kawasan Laut Hitam

- Jum'at, 29/05/2026
 NATO Apresiasi Peran Bulgaria Perkuat Pertahanan Kawasan Laut Hitam
Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte

BRUSSELS – Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyampaikan apresiasi terhadap kontribusi Bulgaria dalam memperkuat pertahanan aliansi, khususnya di kawasan timur Eropa dan Laut Hitam. Hal itu disampaikan saat menerima kunjungan Perdana Menteri Bulgaria, Rosen Zhelyazkov, di Brussels.

Dalam pertemuan tersebut, Rutte menyebut Bulgaria sebagai sekutu penting NATO karena berperan aktif menjaga keamanan di sayap timur aliansi. Ia juga menyoroti kontribusi Bulgaria dalam misi internasional, termasuk dukungan terhadap pasukan KFOR di Kosovo.

“Bulgaria memainkan peran penting di kawasan Laut Hitam yang menjadi wilayah strategis bagi NATO. Negara ini juga telah memenuhi target belanja pertahanan 2 persen dan sedang menuju target 5 persen,” ujar Rutte.

Selain penguatan militer, Rutte menilai industri pertahanan Bulgaria turut membantu memperkuat kemampuan NATO secara keseluruhan. Menurutnya, peningkatan investasi pertahanan juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Sementara itu, Perdana Menteri Rosen Zhelyazkov menegaskan komitmen Bulgaria untuk terus meningkatkan kesiapan pertahanan di tengah tantangan keamanan global, termasuk perang di Ukraina.

Ia menyebut NATO membutuhkan investasi besar dalam kemampuan militer, strategi yang realistis, serta personel yang terlatih dan termotivasi.

“Perang di Ukraina menunjukkan bahwa personel yang berdedikasi adalah aset paling penting dalam setiap operasi pertahanan,” kata Zhelyazkov.

Bulgaria, lanjutnya, tengah menjalankan program modernisasi besar-besaran, termasuk pengadaan jet tempur F-16, kendaraan lapis baja Stryker, serta kapal tempur modular multiguna yang diproduksi dan diintegrasikan di Bulgaria.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat industri pertahanan Eropa yang selama ini masih terfragmentasi. Menurutnya, NATO dan Uni Eropa perlu bekerja sama membangun sistem pertahanan yang lebih terintegrasi.

Selain modernisasi alat utama sistem senjata, Bulgaria juga mendorong pengembangan standar baru terkait perekrutan, pelatihan, dan retensi personel militer.

“Kita memiliki standar interoperabilitas dan keamanan, tetapi kita juga perlu standar tentang bagaimana merekrut, mempertahankan, dan memotivasi personel militer,” ujarnya.

Pertemuan di Brussels tersebut menjadi bagian dari upaya NATO memperkuat kesiapan pertahanan kolektif di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Eropa dan kawasan Laut Hitam.

Tags

Artikel Terkait

Terkini