• Selasa, 19/05/2026

PBB Soroti Krisis Global: Gaza Memburuk, Ancaman Ebola Meluas, hingga Ketegangan Timur Tengah Memanas

- Selasa, 19/05/2026
 PBB Soroti Krisis Global: Gaza Memburuk, Ancaman Ebola Meluas, hingga Ketegangan Timur Tengah Memanas
Sekretaris Jenderal PBB António Guterres

United Nations kembali menyuarakan kekhawatiran serius terhadap berbagai krisis global yang terus berkembang, mulai dari konflik di Timur Tengah, situasi kemanusiaan di Gaza, ancaman wabah Ebola di Afrika, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik dunia.

Dalam konferensi pers terbaru, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres yang tengah berada di Tokyo, Jepang, menghadiri acara peringatan 70 tahun hubungan Jepang dan PBB di United Nations Universitybersama Menteri Luar Negeri Jepang. Dalam pidatonya, Guterres memuji kerja sama Jepang dengan PBB yang disebut telah membantu jutaan orang di seluruh dunia.

Ia juga menyoroti semangat multilateralisme yang ditampilkan dalam Expo 2025 Osaka, termasuk Paviliun PBB yang hadir dalam ajang tersebut.

Selain agenda diplomatik, Guterres menggelar pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang untuk membahas isu keamanan global, termasuk situasi di Semenanjung Korea, Timur Tengah, hingga reformasi sistem PBB.

PBB Kecam Serangan Dekat Pembangkit Nuklir UEA

PBB juga menyatakan sangat prihatin atas laporan serangan drone di sekitar pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di Abu Dhabi, United Arab Emirates.

Menurut Guterres, serangan terhadap instalasi nuklir merupakan tindakan yang “sepenuhnya tidak dapat diterima” dan melanggar hukum internasional.

“Tidak boleh ada lagi serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik tenaga nuklir,” tegas PBB.

International Atomic Energy Agency disebut terus memantau situasi dan siap memberikan bantuan kepada otoritas UEA bila diperlukan.

Gaza Kian Memburuk, Bantuan Kemanusiaan Terhambat

Situasi di Gaza Strip juga menjadi sorotan utama. PBB menyebut kekurangan dana dan pembatasan akses bantuan membuat kondisi kemanusiaan semakin memburuk.

Saat ini, rencana bantuan kemanusiaan PBB senilai lebih dari US$4 miliar untuk hampir 3 juta warga Gaza dan Tepi Barat baru terpenuhi sekitar 12 persen.

Akibatnya, distribusi makanan di Gaza menurun drastis dari 1,8 juta porsi per hari pada Februari menjadi sekitar 1 juta porsi per hari saat ini.

PBB mengungkapkan satu dari lima keluarga di Gaza kini hanya makan sekali sehari, bahkan banyak ibu yang sengaja melewatkan makan agar anak-anak mereka tetap bisa makan.

Militerisasi wilayah juga terus menyebabkan pengungsian baru. Dalam beberapa hari terakhir, lebih dari 150 keluarga dilaporkan mengungsi akibat pergerakan tank dan pemboman.

Konflik Israel-Lebanon Masih Berlanjut

PBB menyambut perpanjangan gencatan senjata selama 45 hari antara Israel dan Lebanon yang dimediasi Amerika Serikat. Namun di lapangan, serangan masih terus terjadi.

Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL melaporkan ratusan insiden penembakan dan aktivitas udara di sepanjang wilayah operasi mereka selama akhir pekan.

Salah satu pos UNIFIL di wilayah Al-Biyada bahkan mengalami kerusakan besar akibat ledakan yang sumbernya masih diselidiki.

PBB menegaskan seluruh pihak wajib menghormati keamanan fasilitas dan personel PBB di lapangan.

WHO Tetapkan Wabah Ebola sebagai Darurat Kesehatan Global

Di Afrika, World Health Organization menetapkan wabah Ebola di Democratic Republic of the Congodan Uganda sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.

Wabah tersebut melibatkan strain Bundibugyo yang hingga kini belum memiliki vaksin atau terapi khusus.

Sejak April, lebih dari 482 kasus suspek dilaporkan di wilayah Ituri, Kongo, termasuk delapan kasus terkonfirmasi dan sekitar 116 kematian dari kasus suspek.

PBB memperingatkan situasi keamanan, perpindahan penduduk, dan minimnya pendanaan memperumit penanganan wabah.

Saat ini, rencana bantuan kemanusiaan senilai US$1,4 miliar untuk Kongo baru terpenuhi sekitar 34 persen.

PBB Serukan Kebebasan Navigasi di Selat Hormuz

Dalam sesi tanya jawab, juru bicara PBB juga menyoroti ketegangan di Strait of Hormuz menyusul kekhawatiran terganggunya distribusi bahan bakar, pupuk, dan barang kemanusiaan.

PBB menegaskan kebebasan navigasi internasional harus tetap dijaga sesuai hukum laut internasional.

“Kami tidak ingin ada pihak mana pun yang membatasi kebebasan akses di Selat Hormuz,” tegas PBB.

Selain itu, PBB kembali menekankan penolakan terhadap perluasan kepemilikan senjata nuklir di dunia, termasuk merespons diskusi di Jepang mengenai kemungkinan perubahan prinsip non-nuklir negara tersebut.

Ukraina, Sudan, dan Somalia Juga Jadi Sorotan

PBB turut menyampaikan kekhawatiran atas meningkatnya korban sipil di Ukraine akibat serangan terbaru yang menewaskan sedikitnya 11 warga sipil dan melukai hampir 200 orang dalam tiga hari terakhir.

Sementara di Sudan, konflik berkepanjangan menyebabkan ribuan warga kembali mengungsi dan meningkatkan ancaman kolera menjelang musim hujan.

Di Somalia, PBB mendorong dialog politik berlanjut demi mencapai kesepakatan terkait pemilu dan stabilitas nasional.

PBB menegaskan bahwa dunia kini menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dan membutuhkan kerja sama internasional yang lebih kuat agar krisis kemanusiaan, kesehatan, dan keamanan dapat ditangani secara efektif.

Tags

Artikel Terkait

Terkini