• Selasa, 05/05/2026

PBB Soroti Krisis Global: Lebanon Memanas, Gaza Krisis Kemanusiaan, hingga Ancaman di Selat Hormuz

- Selasa, 05/05/2026
PBB Soroti Krisis Global: Lebanon Memanas, Gaza Krisis Kemanusiaan, hingga Ancaman di Selat Hormuz
Juru bicara PBB

New York, – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali menyoroti berbagai krisis global yang terus berkembang, mulai dari konflik di Timur Tengah hingga meningkatnya ketegangan geopolitik dan dampak kemanusiaan yang meluas.

Juru bicara PBB mengungkapkan bahwa situasi di Lebanon selatan masih sangat tidak stabil. Pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dilaporkan berhasil mengawal konvoi bantuan sekitar 30 truk menuju wilayah perbatasan, tepatnya di garis biru, untuk membantu sekitar 7.000 warga yang masih bertahan dalam kondisi sulit.

Namun, ketegangan meningkat setelah aktivitas militer intensif oleh Israeli Defense Forces, termasuk serangan udara dan operasi laut. Selain itu, aktivitas drone yang diduga dioperasikan oleh kelompok Hezbollah juga terdeteksi di wilayah tersebut. PBB menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi target serangan dalam situasi apa pun.

Di sisi kemanusiaan, kondisi di Lebanon semakin memburuk. Sedikitnya 13 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka akibat serangan terbaru. Lebih dari 124.000 warga kini mengungsi dan tinggal di ratusan sekolah serta bangunan publik. PBB juga menyebut pendanaan bantuan darurat masih jauh dari cukup, dengan hanya 38 persen kebutuhan yang terpenuhi.

Sementara itu, di Gaza, krisis kemanusiaan terus berlanjut meskipun telah berlalu lebih dari enam bulan sejak kesepakatan gencatan senjata. Koordinator bantuan darurat PBB, Tom Fletcher, menegaskan pentingnya akses bantuan yang berkelanjutan serta perlindungan bagi warga sipil.

Ribuan keluarga telah menerima bantuan darurat berupa tenda dan perlengkapan dasar. Namun, tantangan besar masih dihadapi, termasuk meningkatnya penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang buruk serta keterbatasan tenaga medis. Lebih dari 6.600 orang membutuhkan perawatan prostetik, termasuk banyak anak-anak korban amputasi sejak konflik meningkat pada 2023.

PBB juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi kesehatan aktivis dan peraih Nobel asal Iran, Narges Mohammadi, yang dilaporkan mengalami kondisi kritis saat dalam tahanan. Sekretaris Jenderal PBB mendesak pemerintah Iran untuk segera memberikan perawatan medis yang memadai.

Di kawasan Teluk, ketegangan di Selat Hormuz juga menjadi perhatian serius. PBB tengah mengkaji mekanisme koridor kemanusiaan guna mencegah krisis pangan global, seiring meningkatnya risiko gangguan jalur perdagangan vital tersebut.

Perkembangan lain terjadi di Suriah, di mana PBB secara resmi mengakhiri operasi bantuan lintas batas dari Turki setelah lebih dari satu dekade berjalan. Selama periode tersebut, lebih dari 65.000 truk bantuan telah dikirimkan untuk membantu jutaan warga terdampak konflik.

Sementara itu, situasi di Sudan semakin mengkhawatirkan akibat meningkatnya serangan drone yang menargetkan wilayah sipil. Lebih dari 9 juta orang kini mengungsi di dalam negeri, dengan tambahan jutaan lainnya melarikan diri ke negara tetangga sejak konflik pecah.

Di Ukraina, serangan rudal dan drone dalam beberapa hari terakhir menyebabkan hampir 250 korban sipil, termasuk puluhan korban jiwa. Infrastruktur sipil dan kendaraan kemanusiaan juga menjadi sasaran, memperburuk kondisi di wilayah konflik.

Selain konflik bersenjata, laporan terbaru dari United Nations Development Programme mengungkap dampak ekonomi global terhadap perempuan. Utang negara yang meningkat menyebabkan hilangnya sekitar 55 juta pekerjaan bagi perempuan dan penurunan pendapatan hingga 17 persen, memperlebar kesenjangan gender.

PBB kembali menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum humaniter internasional, perlindungan warga sipil, serta akses bantuan tanpa hambatan di seluruh wilayah konflik. Organisasi tersebut juga menyerukan gencatan senjata global sebagai langkah menuju perdamaian yang adil dan berkelanjutan.

Tags

Artikel Terkait

Terkini