Yerusalem — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan komitmennya untuk “mengubah wajah Timur Tengah” melalui serangkaian langkah strategis yang mencakup tekanan terhadap Iran hingga upaya perdamaian dengan Lebanon.
Dalam pernyataan terbarunya, Netanyahu mengungkapkan telah melakukan pembicaraan dengan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia menyebut Washington kini memberikan tekanan kuat terhadap Iran, baik secara ekonomi maupun militer, dan menegaskan adanya kerja sama erat antara kedua negara.
“Kami beroperasi dalam koordinasi penuh,” ujar Netanyahu.
Selain Iran, Netanyahu juga menyoroti perkembangan di Lebanon. Ia mengklaim Israel telah memulai proses menuju “perdamaian bersejarah” dengan negara tersebut, meskipun menghadapi hambatan dari kelompok militan Hezbollah yang disebut berupaya menggagalkan inisiatif tersebut.
Di tengah situasi yang memanas, Netanyahu menegaskan bahwa Israel akan tetap mempertahankan kebebasan bertindak terhadap setiap ancaman keamanan.
“Kami menyerang kemarin dan kami menyerang hari ini. Kami bertekad untuk memulihkan keamanan bagi warga di wilayah utara,” tegasnya.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan, khususnya di perbatasan utara Israel yang kerap menjadi titik konflik dengan Hezbollah. Para analis menilai situasi ini berpotensi memperbesar risiko eskalasi konflik regional, terutama jika melibatkan Iran secara langsung.
Meski demikian, klaim mengenai peluang perdamaian antara Israel dan Lebanon masih dipandang skeptis oleh sejumlah pengamat, mengingat kompleksitas politik dan pengaruh kelompok bersenjata di kawasan tersebut.
Artikel Terkait
Matthieu Blazy Suguhkan Visi Haute Couture Futuristik di Paris Fashion Week 2026
Eileen Kelly Bicara Terbuka soal Hubungan Beda Usia dengan Anthony Kiedis
Perjuangan Band Basic Revolution Bikin Haru, Juri Anang Hermansyah Soroti Kekompakan di Panggung Band Academy Indosiar
Alex Márquez Menggila di Sesi Latihan MotoGP, Nyaris Pecahkan Rekor Lap