Madrid — Petenis Italia Jannik Sinner menatap optimistis turnamen Madrid Open setelah meraih gelar besar pertamanya di lapangan tanah liat di Monte Carlo.
Sinner mengakui bahwa permainannya di lapangan tanah liat terus mengalami perkembangan, meski bukan menjadi permukaan favoritnya. “Saya merasa permainan saya selalu meningkat. Memang bukan surface favorit, tapi saya tahu bisa bermain baik di sini,” ujarnya.
Ia menambahkan, kemenangan di Monte Carlo memberikan dorongan besar terhadap kepercayaan dirinya. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian penting yang sebelumnya sempat terasa “kurang” dalam kariernya.
Adaptasi di Setiap Turnamen
Sinner menekankan bahwa setiap turnamen tanah liat memiliki karakter berbeda. Dari Monte Carlo ke Madrid, hingga Roma dan puncaknya di French Open di Paris, kondisi lapangan dan permainan bisa berubah drastis.
“Setiap turnamen berbeda. Madrid tidak sama dengan Roma, dan Paris adalah yang terbesar. Kami semua mencoba tampil sebaik mungkin,” jelasnya.
Tingkatkan Variasi Permainan
Dalam beberapa waktu terakhir, Sinner juga mulai menambahkan variasi dalam permainannya, termasuk penggunaan drop shot. Ia menyebut pukulan tersebut menjadi elemen penting untuk masa depannya.
“Drop shot bukan selalu untuk langsung memenangkan poin, tapi untuk memberi variasi. Itu penting agar permainan saya lebih berkembang,” kata Sinner.
Meski dikenal lebih nyaman bermain di lapangan keras, Sinner menegaskan ambisinya untuk menjadi pemain yang kompetitif di semua permukaan.
“Target saya adalah menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri. Setelah itu, kita lihat apa yang bisa saya capai,” tutupnya.
Artikel Terkait
Bahía Miami Swim Week Tampilkan Energi Runway Penuh Gaya dan Ekspresi Musim Panas
HIRAIDAI Hadirkan Versi Hangat “Baby Shark”, Sentuhan Baru untuk Lagu Ikonik Keluarga
AS Setujui Jet Tempur Generasi Baru F-47, Siap Gantikan Dominasi F-22
Kim Kardashian dan Lewis Hamilton Pamer Kemesraan di Pantai Malibu, Hubungan Kian Serius