• Jum'at, 17/04/2026
Harga Tiket Pesawat Domestik Naik hingga 13 Persen, Dampak Lonjakan AFTUR Akibat Gejolak Timur Tengah Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Film “Ain” Siap Tayang, Angkat Fenomena Evil Eye hingga Soroti Budaya Flexing

- Rabu, 08/04/2026
Film “Ain” Siap Tayang, Angkat Fenomena Evil Eye hingga Soroti Budaya Flexing
Produser senior Raam Punjabi bersama Yuda Wirafianto

Produser senior Raam Punjabi bersama Yuda Wirafianto resmi memperkenalkan film horor terbaru bertajuk Ain, yang dijadwalkan tayang di bioskop mulai 7 Mei mendatang. Film ini diproduksi oleh Multivision Plus dan Menara Film, dengan harapan membawa warna baru dalam industri perfilman Tanah Air.

Dalam acara peluncuran trailer dan poster film, Raam Punjabi mengungkapkan bahwa Ain hadir sebagai karya yang berbeda dan variatif, baik dari sisi cerita maupun pendekatan produksi. Ia optimistis film ini mampu menarik perhatian penonton Indonesia sekaligus memberikan pengalaman baru dalam genre horor.

Tak sekadar menghadirkan teror, Ain juga mengangkat fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini. Film ini terinspirasi dari maraknya budaya pamer atau flexing, yang tanpa disadari dapat memicu berbagai dampak negatif dalam kehidupan pribadi maupun keluarga.

“Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan kita yang tidak kita sadari penyebabnya. Film ini mencoba mengangkat sisi tersebut, sekaligus tetap memberikan hiburan,” ujarnya.

Menariknya, Ain mengusung konsep yang dikenal secara global sebagai “evil eye” atau mata jahat—sebuah kepercayaan yang diyakini hadir di berbagai budaya di dunia. Hal ini membuat film tersebut memiliki potensi untuk menjangkau pasar internasional.

Raam Punjabi bahkan mengungkapkan bahwa sejumlah distributor luar negeri telah menunjukkan minat besar terhadap film ini. Negara-negara seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, hingga Rusia disebut ingin menayangkan Ain lebih awal dibandingkan film lain produksinya.

Menurutnya, daya tarik utama film ini terletak pada tema universal yang mudah dipahami lintas budaya. “Ternyata ‘ain’ atau evil eye ini dikenal di seluruh dunia. Itu yang membuat saya semakin yakin film ini punya potensi besar,” katanya.

Dengan perpaduan isu sosial yang relevan dan kepercayaan mistis yang mendunia, Ain diharapkan tak hanya sukses secara komersial, tetapi juga mampu memberikan perspektif baru bagi penonton tentang hubungan antara kehidupan modern dan hal-hal yang tak kasat mata.

Tags

Artikel Terkait

Terkini