Washington D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump secara resmi mengumumkan peluncuran “Trump Accounts”, sebuah program investasi nasional yang memberikan rekening investasi bebas pajak bagi setiap bayi yang lahir di Amerika Serikat. Program ini dijadwalkan resmi diluncurkan pada 4 Juli, bertepatan dengan Hari Kemerdekaan AS.
Dalam pidatonya di Mellon Auditorium, Trump menegaskan bahwa kebijakan ini dirancang untuk memastikan setiap anak Amerika memiliki modal finansial sejak lahir dan kesempatan yang adil meraih American Dream.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, setiap bayi Amerika akan memulai hidup dengan aset nyata. Bukan utang, tapi kepemilikan,” ujar Trump.
Melalui program ini, pemerintah AS akan secara otomatis membuka akun investasi untuk setiap bayi baru lahir dengan setoran awal sebesar 1.000 dolar AS. Dana tersebut akan diinvestasikan dan dibiarkan berkembang hingga anak berusia dewasa. Orang tua, perusahaan, negara bagian, lembaga keagamaan, hingga pihak swasta dapat menambahkan kontribusi hingga 5.000 dolar AS per tahun.
Trump memperkirakan nilai akun tersebut dapat mencapai 50.000 dolar AS saat anak berusia 18 tahun, bahkan berpotensi tumbuh hingga 200.000–300.000 dolar AS tergantung kontribusi dan kinerja investasi.
Trump menyebut kebijakan ini sebagai salah satu inovasi kebijakan paling transformatif sepanjang sejarah Amerika, melampaui berbagai program bantuan pemerintah sebelumnya.
“Ini bukan sosialisme. Ini kapitalisme sejak lahir. Setiap anak Amerika akan menjadi kapitalis sejak hari pertama,” tegasnya.
Program Trump Accounts dimungkinkan setelah disahkannya undang-undang besar yang juga memuat pemotongan pajak terbesar dalam sejarah AS, termasuk penghapusan pajak atas tips, lembur, dan jaminan sosial bagi lansia, serta insentif pajak bagi pembelian mobil buatan Amerika Serikat.
Peluncuran Trump Accounts turut mendapat dukungan besar dari sektor swasta. Pendiri Dell Technologies, Michael Dell dan Susan Dell, menyumbangkan 6,25 miliar dolar AS untuk mendanai akun bagi sekitar 25 juta anak. Trump menyebutnya sebagai salah satu donasi filantropi terbesar sepanjang sejarah Amerika.
Sejumlah perusahaan raksasa seperti Intel, Nvidia, IBM, Broadcom, Uber, Coinbase, Comcast, dan Schwab juga berkomitmen menjadikan kontribusi Trump Accounts sebagai bagian dari tunjangan karyawan. Bahkan, Visa mengumumkan platform baru yang memungkinkan nasabah menyalurkan cashback kartu kredit langsung ke Trump Accounts.
Trump juga menyoroti kondisi ekonomi AS yang menurutnya tengah memasuki masa keemasan, dengan 18 triliun dolar AS investasi baru, ratusan pabrik besar yang sedang dibangun, serta rekor baru pasar saham setelah indeks S&P 500 menembus angka 7.000.
“Amerika kembali menjadi negara paling panas untuk investasi di dunia,” kata Trump.
Dalam acara tersebut, Trump turut menghadirkan keluarga petani, pekerja manufaktur, dan keluarga adopsi sebagai simbol manfaat langsung program ini bagi masyarakat kelas menengah dan pekerja.
Di akhir pidatonya, Trump menegaskan bahwa kesuksesan Trump Accounts tidak hanya diukur dari nilai uang, tetapi dari rumah yang bisa dibeli, pendidikan yang diraih, usaha yang dibangun, dan keluarga yang terbentuk.
“Kami tidak lagi memberi generasi berikutnya sekadar bantuan. Kami memberi mereka kepemilikan atas masa depan Amerika,” pungkas Trump.
Artikel Terkait
Huawei Pura X2 Muncul dari Aksesori Pihak Ketiga
Spanyol Tumbangkan Prancis 5-4 dalam Laga Klasik Sembilan Gol
Jerman vs Portugal Berlangsung Sengit, Florian Wirtz Buka Keunggulan di Babak Kedua
Taylor Swift Digugat Terkait Judul Album “The Life of a Showgirl”