Direktur Programming SCM, Harsiwi Achmad, menegaskan keterlibatan Ramzi sebagai host program televisi tidak menyalahi aturan selama tidak mengganggu tugas utamanya sebagai pejabat publik. Hal tersebut disampaikan Harsiwi berdasarkan komunikasi langsung dengan Ramzi serta koordinasi dengan berbagai instansi terkait.
“Menurut Bang Ramzi, beliau sudah ngobrol dengan KPK dan instansi-instansi terkait. Intinya tidak ada masalah selama tidak mengganggu pekerjaan utama sebagai pejabat publik,” ujar Harsiwi.
Ia menjelaskan, tugas pejabat publik umumnya dilakukan pada jam kerja siang hari, sementara aktivitas sebagai host, terutama dalam program Ramadan seperti sahur, berlangsung di pagi hari sehingga tidak bertabrakan dengan jam kerja pemerintahan.
“Pejabat publik kan kerjanya siang. Kalau sahur itu pagi hari, jadi seperti di Dangdut Akademi juga tidak ada masalah,” jelasnya.
Harsiwi juga mencontohkan profesionalisme Ramzi yang tetap mengutamakan tugas negara. Pada hari yang sama, Ramzi bahkan tidak bisa menghadiri konferensi pers karena sedang menjalankan tugas di Cianjur.
“Bang Ramzi bilang, ‘Saya tidak bisa ikut press conference karena sedang mengerjakan tugas negara di Cianjur’,” ungkap Harsiwi.
Menurutnya, selama Ramzi tidak melanggar aturan jam kerja pemerintah, keterlibatannya di dunia hiburan tetap diperbolehkan. Pihak stasiun televisi pun sepakat untuk menempatkan tugas negara sebagai prioritas utama.
“Kami bekerja sama dengan Bang Ramzi dengan prinsip beliau harus mengutamakan tugas negara dulu. Kalau memang waktunya tidak bertabrakan dan diperbolehkan, kami sangat welcome,” tegasnya.
Harsiwi menilai Ramzi sebagai sosok host yang matang dan berpengalaman, mampu memimpin acara dengan nuansa positif. Hal itu sudah terbukti dalam berbagai program, termasuk Dangdut Akademi.
“Bang Ramzi itu salah satu host yang sangat dewasa, bisa memimpin show dan membawa acaranya jadi jauh lebih positif,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Dennis Bergkamp, Maestro Abadi Arsenal yang Mengubah Sepak Bola Jadi Seni
Wapres AS JD Vance Kunjungi Armenia, Tandatangani Kerja Sama Nuklir Damai dan Perkuat Kemitraan Strategis
Mengintip Proses Pembuatan Trofi Piala Dunia 2026 Senilai US$20 Juta
FIRST LOVE is Never Returned Rilis Single “WHAT’S UP?” dan Umumkan Tur Dua-Man Perdana