Pelatih Villarreal, Marcelino García Toral, tetap memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya meski harus menelan kekalahan 0-2 dari Real Madrid pada lanjutan LaLiga. Dalam laga yang digelar di Estadio de la Cerámica, Villarreal dinilai mampu bermain seimbang dan bersaing dari menit awal hingga akhir.
Menurut Marcelino, perbedaan utama dalam pertandingan tersebut terletak pada ketajaman dan sedikit faktor keberuntungan. Ia menilai timnya tampil solid, terutama dalam bertahan, namun kurang maksimal dalam menyelesaikan peluang.
“Kami bersaing dengan sangat baik. Yang kurang adalah ketegasan di depan gawang, sedikit keberuntungan, dan gol. Melawan tim level atas seperti Real Madrid, persentase gol kami masih terlalu kecil,” ujar Marcelino.
Ia menyoroti gol pertama Madrid yang terjadi akibat situasi pantulan di awal babak kedua, sementara gol kedua tercipta melalui penalti di masa tambahan waktu. Di antara dua gol tersebut, Marcelino menilai Los Blancos tidak banyak menciptakan peluang berbahaya, yang menurutnya menjadi bukti kuatnya pertahanan Villarreal.
“Dari gol pertama sampai penalti di akhir laga, Madrid hampir tidak menciptakan situasi berbahaya. Itu menunjukkan kerja defensif kami sangat baik,” tegasnya.
Sebaliknya, Villarreal justru memiliki sejumlah peluang dan situasi menguntungkan, namun sering terburu-buru dalam mengambil keputusan di sepertiga akhir lapangan. Marcelino mengakui keinginan besar untuk menang justru membuat timnya kehilangan ketenangan saat peluang terbuka.
“Beberapa kali kami punya opsi umpan yang lebih baik, tapi kami terlalu cepat mengambil keputusan. Melawan Madrid, jika Anda tidak menyelesaikan serangan, bola akan kembali dengan cepat dan mereka punya pemain luar biasa dalam transisi,” jelasnya.
Selain kekalahan, Villarreal juga mendapat pukulan berat dengan cedera serius yang dialami Juan Foyth. Marcelino mengakui kehilangan bek berpengalaman tersebut sangat memengaruhi tim, terutama karena Foyth merupakan sosok penting di lini belakang yang relatif muda.
“Dia pemain yang sangat penting, yang paling berpengalaman di lini belakang kami. Kehilangan dia adalah pukulan yang sangat berat. Kami lebih sedih dengan cederanya dibandingkan hasil pertandingan,” ungkap Marcelino.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu tetap melihat banyak sisi positif, termasuk penampilan gemilang Pau Navarro. Bek muda berusia 20 tahun tersebut dinilai tampil luar biasa saat harus menghadapi pemain-pemain kelas dunia Real Madrid.
“Dia bermain sangat baik, bahkan mungkin salah satu yang terbaik di pertandingan. Tapi kami harus tetap tenang. Dia masih sangat muda dan pasti akan mengalami naik turun. Tugas kami adalah mendukungnya,” katanya.
Marcelino menutup dengan keyakinan bahwa jika Villarreal terus bermain dengan intensitas dan sikap seperti saat melawan Real Madrid, hasil positif akan segera datang.
“Untuk mengalahkan tim seperti Madrid atau Barcelona, Anda harus bermain sangat baik dan juga membutuhkan sedikit keberuntungan. Kami sudah melakukan bagian kami, tinggal menunggu momen itu berpihak pada kami,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Dennis Bergkamp, Maestro Abadi Arsenal yang Mengubah Sepak Bola Jadi Seni
Wapres AS JD Vance Kunjungi Armenia, Tandatangani Kerja Sama Nuklir Damai dan Perkuat Kemitraan Strategis
Mengintip Proses Pembuatan Trofi Piala Dunia 2026 Senilai US$20 Juta
FIRST LOVE is Never Returned Rilis Single “WHAT’S UP?” dan Umumkan Tur Dua-Man Perdana