Musisi Jepang Keina Suda kembali menunjukkan evolusi musikalnya lewat single terbaru berjudul “Libera (リベラ)”. Lagu ini hadir dengan energi alt-pop yang menghentak, dipadukan nuansa gelap dan sinematik, sekaligus menjadi lagu tema drama TV Tokyo “We Are Bad Barbers”.
Sejak dentuman awal, “Libera” terasa seperti letupan listrik—intens, penuh tekanan, namun menyisakan ruang untuk pembebasan. Nuansa tersebut diperkuat lewat video musik yang disutradarai Mai, personel CLAN QUEEN, yang menampilkan dunia penuh ketegangan antara sisi gelap batin manusia dan momen-momen kecil menuju kelegaan.
Mai mengungkapkan bahwa visual “Libera” berangkat dari tafsir personal atas lagu tersebut. Menurutnya, mimpi buruk tidak selalu datang dari luar, melainkan dari “iblis” yang ada di dalam diri sendiri. Kilasan cahaya dalam video musik merepresentasikan momen kejernihan pikiran—saat seseorang akhirnya bergerak keluar dari tekanan. Ledakan cahaya di akhir video menjadi simbol pertemuan antara kegelapan dan harapan, sejalan dengan karakter musik Keina Suda yang khas.
“Libera” melanjutkan rangkaian rilisan produktif Keina Suda sepanjang 2025. Sebelumnya, ia merilis proyek album cover “Fall Apart”, yang mengajak pendengar bernostalgia ke era Balloon—fase awal kariernya—namun dengan pendekatan musikal yang lebih matang dan sinematik. Setiap karya terbaru menegaskan akar bedroom pop Keina Suda, sembari terus mendorong eksplorasi lintas genre.
Tak hanya lewat rilisan rekaman, Keina Suda juga bersiap menyapa penggemar secara langsung melalui TOUR 2026 “GLIMMER”, yang akan digelar di Osaka dan Tokyo pada 15 dan 29 Maret. Mengusung makna “cahaya kecil di tengah kegelapan”, tur ini dijanjikan menghadirkan pengalaman emosional yang sejalan dengan atmosfer “Libera”.
Lewat “Libera”, Keina Suda kembali membuktikan bahwa musik baginya bukan sekadar lagu, melainkan dunia dengan cerita dan visual yang saling terhubung. Memasuki 2026, Keina Suda tampak siap terus menghadirkan karya-karya berani yang mengaburkan batas antara bayangan dan cahaya, suara dan kisah.
Artikel Terkait
Dennis Bergkamp, Maestro Abadi Arsenal yang Mengubah Sepak Bola Jadi Seni
Wapres AS JD Vance Kunjungi Armenia, Tandatangani Kerja Sama Nuklir Damai dan Perkuat Kemitraan Strategis
Mengintip Proses Pembuatan Trofi Piala Dunia 2026 Senilai US$20 Juta
FIRST LOVE is Never Returned Rilis Single “WHAT’S UP?” dan Umumkan Tur Dua-Man Perdana