Jong Ajax berhasil menahan imbang Roda JC dengan skor 2-2 dalam laga lanjutan kompetisi yang berlangsung sengit, Senin (19/1/2026). Pertandingan ini sarat kepentingan bagi tim tamu Roda JC yang tengah memburu posisi papan atas klasemen.
Roda JC yang sebelum laga berada di peringkat kelima sebenarnya berpeluang naik ke posisi tiga jika mampu meraih kemenangan. Sejak awal pertandingan, tim asal Kerkrade itu tampil agresif dan langsung menekan pertahanan Jong Ajax.
Penjaga gawang Jong Ajax, Paul Reverson, tampil luar biasa di babak pertama. Hingga 25 menit pertandingan berjalan, ia sudah melakukan lima penyelamatan krusial yang menggagalkan peluang demi peluang Roda JC, terutama dari Cooper Lovin dan Van de Hurk. Namun, tekanan berulang akhirnya membuahkan hasil. Kesalahan build-up Jong Ajax dimanfaatkan Cooper Lovin yang sukses mencetak gol pembuka untuk Roda JC.
Jong Ajax tak tinggal diam. Meski lebih banyak menguasai bola tanpa ancaman berarti, satu momen magis datang pada menit ke-33. Tijn Peters melepaskan tembakan jarak jauh keras yang bersarang ke gawang Roda JC. Gol tersebut menjadi gol perdana Peters di level sepak bola profesional dan mengubah skor menjadi 1-1.
Roda JC kembali unggul sebelum jeda. Gol tercipta melalui situasi yang sempat diprotes pemain Jong Ajax karena dugaan offside. Namun tayangan ulang menunjukkan posisi Van de Hurk masih onside, sehingga gol tetap disahkan. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo permainan tetap tinggi. Jong Ajax akhirnya kembali menyamakan kedudukan lewat skema apik. Umpan terukur ke tiang jauh disambut Johnson yang kemudian diteruskan menjadi gol oleh Nasser Soukak, membuat skor kembali imbang 2-2.
Laga ini juga menjadi sorotan karena debut Maximilian Ibrahimović, putra legenda sepak bola dunia Zlatan Ibrahimović. Maximilian masuk sebagai pemain pengganti dan mencatatkan penampilan perdananya bersama Jong Ajax. Menariknya, ayahnya juga melakoni debut bersama Ajax pada 8 Agustus 2001, sementara Maximilian melakukannya tepat 19 Januari 2026, juga melawan Roda JC.
Di sisa waktu pertandingan, kedua tim saling menekan. Roda JC mendapat beberapa peluang emas, namun kembali digagalkan Reverson. Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tak berubah.
Hasil imbang ini membuat Roda JC gagal merangsek ke tiga besar, sementara Jong Ajax menunjukkan mental kuat dengan bangkit dua kali dari ketertinggalan dalam laga penuh drama.
Artikel Terkait
Dennis Bergkamp, Maestro Abadi Arsenal yang Mengubah Sepak Bola Jadi Seni
Wapres AS JD Vance Kunjungi Armenia, Tandatangani Kerja Sama Nuklir Damai dan Perkuat Kemitraan Strategis
Mengintip Proses Pembuatan Trofi Piala Dunia 2026 Senilai US$20 Juta
FIRST LOVE is Never Returned Rilis Single “WHAT’S UP?” dan Umumkan Tur Dua-Man Perdana