• Selasa, 10/02/2026
Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026 menjadi panggung bagi sejumlah brand otomotif di JAkarta Internasional Expo Kemayoran Jakarta Pusat Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Maya Joint Jadi Unggulan Grand Slam di Usia 19 Tahun, Kasatkina Siap Bersinar untuk Australia

- Selasa, 20/01/2026

Menjelang bergulirnya Australian Open, sorotan tertuju pada kiprah petenis tuan rumah serta peta persaingan di sektor putri dan putra. Dalam program Morning Serve bersama Mick Mardle dan mantan petenis Yolena Doic, sejumlah nama disebut berpotensi mencuri perhatian di Melbourne Park.

Di sektor putri, nama Maya Joint menjadi perbincangan utama. Di usia 19 tahun, Joint mencetak pencapaian istimewa dengan menjadi unggulan ke-30 di Grand Slam untuk pertama kalinya, sekaligus tampil di turnamen kandang. Performa impresif dalam 18 bulan terakhir, termasuk dua gelar WTA, membuat publik menaruh ekspektasi besar meski tekanan sebagai unggulan diakui tidak mudah.

Selain Joint, Daria Kasatkina juga mendapat sorotan khusus setelah resmi bermain di bawah bendera Australia. Mantan petenis top 10 dunia itu disebut tampil lebih bebas dan bahagia usai melewati masa transisi yang emosional. Meski sempat rehat demi kesehatan mental, Kasatkina diyakini siap kembali bersaing di level elite.

Dari sesama petenis Australia, duel Kim Birrell kontra Maddison Inglis diprediksi berlangsung ketat. Birrell dinilai lebih diunggulkan berkat performa solid di Brisbane dan Adelaide, namun Inglis memiliki keuntungan karena telah melewati babak kualifikasi dan mengantongi lebih banyak jam bertanding.

Cerita paling inspiratif datang dari Storm Hunter. Usai mengalami cedera Achilles yang nyaris mengakhiri kariernya, Hunter bangkit dengan menembus babak utama lewat kualifikasi dan langsung mencetak kejutan di putaran pertama. Kemenangan tersebut menandai comeback luar biasa sang petenis kidal yang juga mantan nomor satu dunia ganda.

Sementara itu, perhatian juga tertuju pada Katie Boulter, pasangan Alex de Minaur, yang tengah berusaha membangun kembali kepercayaan diri setelah musim sulit akibat cedera dan pergantian pelatih.

Di jajaran bintang dunia, Madison Keys menghadapi tantangan berat sebagai juara bertahan. Meski persiapan dinilai belum ideal, Keys tetap disebut berbahaya jika mampu melewati dua hingga tiga laga awal. Nama Amanda Anisimova pun masuk radar sebagai calon juara berkat kekuatan pukulan dan mentalitas yang semakin matang.

Legenda hidup tenis putri, Naomi Osaka, juga disebut masih menjadi ancaman serius. Dua kali juara Australian Open itu menunjukkan grafik menanjak usai comeback sebagai ibu dan dinilai kembali menemukan ritme terbaiknya di lapangan keras.

Untuk sektor putra, Jannik Sinner dijagokan mencetak hattrick gelar Australian Open. Konsistensi dan persiapan matang membuatnya dinilai lebih siap dibanding Carlos Alcaraz, meski duel keduanya tetap dinanti sebagai rivalitas utama era baru tenis dunia.

Nama Stefanos Tsitsipas disebut masih dalam fase pencarian bentuk terbaik, sementara generasi muda seperti João Fonseca diprediksi akan menjadi ancaman besar di masa depan, meski membutuhkan waktu untuk berkembang secara fisik dan mental.

Sebagai kuda hitam, Alexander Zverev disebut sebagai salah satu pemain terbaik yang belum meraih gelar Grand Slam dan berpotensi mematahkan dominasi Sinner–Alcaraz jika mampu mengatasi tekanan di momen krusial.

Australian Open kali ini pun dipastikan menghadirkan perpaduan antara cerita comeback, harapan baru, dan persaingan sengit lintas generasi yang siap memanjakan pencinta tenis dunia.

Tags

Artikel Terkait

Terkini