Toronto — Maskapai penerbangan Kanada, WestJet, akhirnya mengubah kebijakan tata letak kursi pesawatnya setelah gelombang keluhan penumpang memuncak di media sosial. Keputusan ini diambil kurang dari tiga pekan setelah sebuah video berdurasi 20 detik yang memperlihatkan sempitnya ruang kaki penumpang viral di TikTok.
Dalam pernyataan resminya pada Jumat waktu setempat, WestJet menyatakan akan mengembalikan jarak kursi (seat pitch) ekonomi ke ukuran sebelumnya dengan cara menghapus satu baris kursi di kabin ekonomi. Kebijakan ini dilakukan menyusul masukan dari penumpang dan kru penerbangan.
Sebelumnya, WestJet sempat memasang kursi baru dengan jarak hanya 28 inci pada 22 unit pesawat Boeing 737, dan berencana menerapkannya pada 21 pesawat lainnya. Konfigurasi tersebut ditujukan untuk menekan harga tiket agar lebih terjangkau. Namun, ribuan penumpang Kanada yang telah mencobanya menilai kebijakan itu terlalu mengorbankan kenyamanan.
“Maskapai sudah melewati batas yang tidak bisa diterima penumpang. Ini terlalu jauh,” ujar seorang pengamat penerbangan, menanggapi kebijakan tersebut.
CEO WestJet Group menegaskan perusahaan tetap berkomitmen untuk bersikap disiplin dalam biaya dan terus berinovasi, namun tetap menjaga ekspektasi dasar pelanggan. Meski begitu, langkah mundur ini diperkirakan menelan biaya jutaan dolar.
“Pesawat harus kembali masuk hanggar, sistem pencahayaan dan ventilasi harus disesuaikan ulang dengan jumlah baris kursi yang baru. Itu bukan proses murah,” kata analis industri penerbangan.
Dalam satu dekade terakhir, maskapai penerbangan di seluruh dunia semakin bergantung pada biaya tambahan (ancillary fees) seperti pemilihan kursi dan bagasi tercatat untuk menjaga daya saing. Praktik ini menghasilkan pendapatan miliaran dolar, namun juga menuai kritik karena dianggap memecah layanan ekonomi standar menjadi berbagai tingkatan berbayar.
Sejumlah pihak kini mendesak regulator Kanada, termasuk Transport Canada dan Canadian Transportation Agency, untuk menetapkan standar minimum kenyamanan kabin. Tujuannya agar ada batas jelas mengenai tingkat layanan dasar yang layak diterima penumpang pesawat di Kanada.
Kasus WestJet ini menjadi contoh bagaimana tekanan publik dan media sosial kini mampu memengaruhi keputusan strategis maskapai penerbangan dalam waktu singkat
Artikel Terkait
Gigi Hadid Buka Suara soal Namanya Muncul dalam Dokumen Jeffrey Epstein
Bocoran Huawei Mate X8 Muncul, Siap Tawarkan Layar Lebih Luas dan Performa Lebih Matang
“Dilan ITB 1997” Hadirkan Nuansa Baru, Ariel Noah Bawa Emosi Cinta dan Reformasi
Keajaiban Dunia Burung: Dari “Penjaga Savana” hingga “Penjahit Daun”