Jakarta — Aktris Aulia Sarah mengaku penuh haru sekaligus gugup saat menghadiri penayangan perdana film Sengkolo: Petaka Satu Suro yang digelar di Epicentrum XXI, Jakarta, Selasa (13/1). Film arahan sutradara Deni Saputra ini menjadi momen spesial bagi Aulia, karena menandai kembalinya ia bekerja sama dengan Multivision setelah terakhir kali terlibat pada 2009.
“Jujur aku nervous banget. Tapi aku sangat bersyukur diberi kepercayaan oleh Multivision, Pak Deni, Bu Hadra, Pak Albert, Pak Alim, dan seluruh kru. Rasanya seperti pulang,” ujar Aulia Sarah.
Dalam Sengkolo, Aulia memerankan karakter Rahayu, sosok perempuan dengan lapisan emosi kompleks dan porsi cerita yang besar. Peran ini menjadi tantangan tersendiri bagi Aulia, mengingat selama ini ia kerap ditawari karakter horor sebagai sosok hantu.
“Di tengah banyaknya tawaran film horor yang kebanyakan aku jadi hantu, di sini aku dipercaya memegang karakter dengan tanggung jawab besar. Begitu baca skenarionya, aku langsung merasa ini bagus banget dan sangat menantang,” katanya.
Aulia menjelaskan, karakter Rahayu bukan sekadar manusia biasa, melainkan figur yang harus menjalani transformasi batin dan energi yang berat. Proses pendalaman karakter dilakukan melalui diskusi intens bersama sutradara dan tim kreatif, termasuk workshop khusus dengan bidan untuk memahami adegan kehamilan dan persalinan.
“Rahayu itu karakter yang sangat rapuh, penuh luka. Buat aku, dia simbol perempuan kuat yang sebenarnya dipaksa untuk kuat,” ungkap Aulia.
Selama proses syuting, Aulia mengaku merasakan pengalaman emosional yang unik. Di dalam set, ia harus menyelami tekanan batin Rahayu, namun di luar set suasana justru penuh kehangatan dan tawa bersama para kru.
“Aku kayak hidup di dua alam. Masuk set stres banget, tapi keluar set kita ketawa-ketawa. Itu yang bikin aku bisa bertahan,” tuturnya.
Saking kuatnya karakter tersebut, Aulia mengaku kesulitan melepaskan peran Rahayu bahkan setelah syuting selesai. “Berhari-hari baru bisa lepas dari Rahayu. Ini beda dengan karakter-karakter aku sebelumnya,” katanya.
Ia pun menyampaikan pesan khusus bagi para penonton, terutama perempuan yang mungkin merasa memiliki pengalaman hidup serupa dengan Rahayu.
“Kita enggak harus terlihat kuat terus. Orang yang minta tolong itu bukan berarti lemah. Enggak apa-apa sesekali mengakui kalau kita butuh bantuan,” pesannya.
Film Sengkolo: Petaka Satu Suro diharapkan tidak hanya menyajikan horor, tetapi juga menyentuh sisi emosional penonton melalui kisah perempuan dan luka batin yang jarang dibicarakan.
Artikel Terkait
Spanyol Tumbangkan Prancis 5-4 dalam Laga Klasik Sembilan Gol
Jerman vs Portugal Berlangsung Sengit, Florian Wirtz Buka Keunggulan di Babak Kedua
Taylor Swift Digugat Terkait Judul Album “The Life of a Showgirl”
Donald Trump Sampaikan Ucapan Passover untuk Komunitas Yahudi Dunia