Selama puluhan tahun, Sony dikenal sebagai raksasa teknologi di bidang elektronik, hiburan, kamera profesional, musik, film, hingga konsol PlayStation. Kini, perusahaan asal Jepang tersebut mengambil langkah besar dengan resmi masuk ke industri otomotif melalui peluncuran mobil listrik pertamanya bernama Afeela.
Mobil listrik ini dikembangkan oleh Sony Honda Mobility, perusahaan patungan antara Sony dan Honda. Dalam kolaborasi tersebut, Honda berperan sebagai fondasi otomotif, mulai dari platform kendaraan, rekayasa keselamatan, hingga pengalaman produksi massal. Sementara Sony menyumbangkan keahlian di bidang sensor, kamera, kecerdasan buatan (AI), perangkat lunak, serta hiburan digital.
Afeela pertama kali diperkenalkan ke publik di ajang Consumer Electronics Show (CES), pameran teknologi paling bergengsi di dunia. Sejak kemunculan perdananya, mobil ini langsung mencuri perhatian karena mengusung konsep yang berbeda dari mobil listrik kebanyakan.
Dari sisi desain, Afeela tampil minimalis dengan garis bodi halus tanpa aksen agresif. Lampu depan dan belakang menyatu dengan desain bodi, sementara bagian depan dilengkapi panel digital yang mampu menampilkan berbagai informasi visual. Pendekatan ini menonjolkan kesan modern, bersih, dan futuristis.
Masuk ke bagian interior, identitas Sony terasa semakin kuat. Dashboard Afeela dipenuhi layar digital lebar yang membentang dari sisi kiri hingga kanan. Seluruh fungsi kendaraan, mulai dari navigasi, audio, pengaturan mobil, hingga hiburan, terintegrasi secara digital. Sony merancang kabin Afeela sebagai ruang digital pribadi, bukan sekadar tempat duduk bagi pengemudi dan penumpang.
Keunggulan utama Afeela terletak pada sistem hiburan. Mobil ini terintegrasi dengan ekosistem Sony, termasuk musik, film, hingga PlayStation Remote Play. Fitur ini memungkinkan pengguna mengakses dan memainkan gim saat mobil dalam kondisi berhenti. Sony pun memposisikan Afeela sebagai “platform hiburan berjalan”, bukan sekadar alat transportasi.
Untuk menunjang keselamatan dan teknologi berkendara, Afeela dibekali puluhan sensor canggih berupa kamera, radar, dan lidar yang tersebar di berbagai titik kendaraan. Sensor tersebut bekerja secara real time untuk membaca kondisi sekitar dan mendukung sistem bantuan pengemudi berbasis AI yang terus belajar melalui pembaruan perangkat lunak.
Afeela dirancang sebagai kendaraan yang dapat terus berkembang lewat software update, menandai pendekatan baru Sony terhadap dunia otomotif. Fokusnya bukan hanya pada performa mesin, melainkan pengalaman pengguna, konektivitas, dan integrasi teknologi digital.
Dari sisi performa, Afeela mengusung sistem penggerak All-Wheel Drive (AWD) dengan dua motor listrik. Mobil ini ditenagai baterai berkapasitas 91 kWh dengan jarak tempuh sekitar 483 kilometerserta mendukung pengisian cepat DC hingga 150 kW. Untuk kenyamanan dan stabilitas, Afeela menggunakan suspensi double wishbone di depan dan multilink di belakang, dipadukan dengan sistem manajemen gerak tiga dimensi.
Soal harga, Afeela diperkirakan akan dibanderol sekitar 90.000 dolar AS atau setara Rp1,4 miliar, menempatkannya di segmen kendaraan listrik premium. Sony menargetkan konsumen yang menginginkan teknologi mutakhir dan pengalaman berkendara yang berbeda.
Afeela dijadwalkan mulai dijual di Amerika Serikat, dengan fokus awal di California, pada akhir 2026.
Masuknya Sony ke industri otomotif menjadi sinyal kuat bahwa masa depan mobil tidak lagi hanya ditentukan oleh mesin dan akselerasi, tetapi juga oleh data, AI, dan ekosistem digital. Afeela pun hadir sebagai simbol perubahan, di mana mobil masa depan semakin menyerupai komputer berjalan dibandingkan kendaraan konvensional.
Artikel Terkait
Indosiar Sambut Ramadan 1447 H dengan Program Dakwah dan Hiburan Unggulan
U23 Vietnam Raih Medali Perunggu Asia Usai Tundukkan Korea Selatan Lewat Adu Penalti
Ferrari Resmi Meluncurkan SF-26, Awali Era Baru Formula 1 Musim 2026
INDOSIAR dan MENTARI TV Hadirkan “Ramadan Penuh Berkah” dan “Ramadan Ceria” 1447 H