NASA kembali menghadirkan pengalaman unik bagi publik dengan menayangkan siaran langsung pemandangan Bumi dari International Space Station (ISS). Tayangan ini berasal dari kamera eksternal yang terpasang pada modul Harmony, salah satu bagian penting dari stasiun luar angkasa tersebut.
Kamera diposisikan menghadap ke depan dengan sudut tertentu, sehingga International Docking Adapter 2 (IDA-2) dapat terlihat dalam bingkai. Jika karena pertimbangan operasional kamera Harmony tidak dapat digunakan dalam jangka waktu tertentu, siaran akan otomatis menampilkan rekaman pemandangan Bumi sebelumnya dalam format berulang, disertai keterangan “Previously Recorded”.
ISS sendiri mengorbit Bumi pada ketinggian sekitar 250 mil atau 425 kilometer di atas permukaan planet. Stasiun luar angkasa ini dioperasikan melalui kerja sama internasional yang melibatkan lima badan antariksa dari 15 negara, dan telah dihuni secara terus-menerus sejak November 2000.
Sebagai laboratorium mikrogravitasi, ISS menjadi pusat berbagai eksperimen sains, penelitian, dan inovasi teknologi. Banyak terobosan penting yang tidak mungkin dilakukan di Bumi justru dapat dikembangkan di lingkungan tanpa gravitasi ini, mulai dari riset medis, material baru, hingga teknologi masa depan untuk eksplorasi luar angkasa.
Menariknya, ISS juga bisa dilihat langsung dari Bumi tanpa teleskop. Dari permukaan, stasiun ini tampak seperti bintang yang bergerak cepat melintasi langit malam. Namun, waktu dan lokasi pengamatannya perlu diketahui dengan tepat.
NASA mengajak masyarakat untuk mengunduh aplikasi resmi NASA Spot the Station, yang memberikan notifikasi kapan dan di mana ISS dapat terlihat dari lokasi pengguna. Dengan begitu, publik bisa ikut “melambaikan tangan” kepada para astronaut yang sedang bertugas di luar angkasa.
Melalui siaran langsung ini, NASA berharap dapat semakin mendekatkan eksplorasi antariksa kepada masyarakat dunia, sekaligus menumbuhkan minat terhadap sains dan teknologi luar angkasa.
Artikel Terkait
Land Rover Series II 2026: Legenda Off-Road Klasik Lahir Kembali dengan Sentuhan Modern
Jon Mathias Bacakan Pledoi Ammar Zoni, Soroti Kelemahan Pembuktian Jaksa
Sutradara Kuntz Agus Garap Film “Ayah Arahnya Kemana, Ya?” dengan Pendekatan Emosional Keluarga
Afan dan Valen Jadi Panutan Ajang Band Academy Indosar