Panggung ajang pencarian bakat kembali menghadirkan momen tak terlupakan lewat penampilan Piff the Magic Dragon, pesulap eksentrik asal Las Vegas yang tampil bersama anjing kesayangannya, Mr. Piffles. Dengan gaya komedi khas, aksi sulap rapi, dan interaksi spontan dengan juri, Piff sukses mencuri perhatian sekaligus mengamankan Golden Buzzer yang mengantarkannya langsung ke babak selanjutnya di Radio City Music Hall.
Mengawali penampilannya, Piff memperkenalkan diri dengan humor unik, mengaku sebagai “naga penyihir” yang tinggal di Las Vegas—kiblat dunia sulap. Ia menyebut Mr. Piffles sebagai “anjing berkostum naga”, senjata rahasianya untuk tampil lebih maksimal di ronde kedua.
Momen interaktif terjadi saat Heidi Klum dipanggil ke atas panggung sebagai relawan. Dalam atraksi sulap kartu, Heidi diminta memilih dan menandatangani sebuah kartu yang kemudian dikembalikan ke dek. Tantangannya: Mr. Piffles akan menemukan kartu tersebut hanya dengan indra penciuman. Dengan narasi jenaka dan tensi komedi yang kuat, Piff membiarkan sang anjing “menyortir” kartu satu per satu hingga akhirnya menyisakan satu kartu—yang kemudian berubah menjadi Ace of Hearts, lengkap tanpa nama Heidi.
Tak berhenti di situ, Piff menambah lapisan kejutan dengan aksi lanjutan yang melibatkan kaleng makanan anjing, membuat penonton dan juri terpukau sekaligus terhibur. Kombinasi komedi, timing yang presisi, dan teknik sulap yang solid membuat suasana studio pecah oleh tawa dan tepuk tangan.
Penampilan tersebut mendapat pujian tinggi dari para juri. Salah satu juri mengaku terpukau oleh sikap santai Piff, kualitas komedinya, serta keterampilan sulap yang nyata. Tanpa perlu pertimbangan panjang, Golden Buzzer pun ditekan, memastikan Piff the Magic Dragon melaju langsung ke panggung besar.
“Ini penampilan yang lengkap—lucu, cerdas, dan penuh karakter,” ujar juri. “Vibenya unik dan tak peduli pada pakem, justru itu yang membuatnya istimewa.”
Menutup momen emasnya, Piff mengungkapkan kegembiraannya bersama Mr. Piffles atas pencapaian tersebut. Dengan Golden Buzzer di tangan, sang “naga penyihir” kini bersiap membawa aksi khasnya ke level berikutnya, meninggalkan kesan bahwa sulap bisa jenaka, hangat, dan tetap memukau.
Artikel Terkait