Jakarta — 20 Desember 2025-Direktur Programming SCM sekaligus figur sentral di balik kesuksesan program hiburan Indosiar, Harsiwi Achmad, membeberkan filosofi kreatif stasiun televisi tersebut dalam mengemas tayangan musik agar dapat diterima seluruh lapisan masyarakat Indonesia. Hal itu ia sampaikan dalam sebuah wawancara yang menyoroti perjalanan Dangdut Academy, rencana program baru, hingga komitmen sosial Indosiar.
Harsiwi menegaskan bahwa kunci keberhasilan Indosiar adalah memahami selera penonton Indonesia yang sangat beragam, mulai dari masyarakat kelas menengah hingga kelas atas, penonton kota hingga generasi muda. Menurutnya, tugas insan kreatif adalah menghadirkan selera mayoritas tersebut dalam kemasan yang berkelas dan berkualitas.
“Dangdut mungkin bukan musik yang saya dengarkan sejak awal, tapi saya paham betul bahwa dangdut adalah musik yang paling diterima oleh masyarakat Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana mengemasnya agar semua kalangan bisa menikmati,” ujar Harsiwi.
Ia mencontohkan Dangdut Academy sebagai program yang berhasil mengangkat musik rakyat menjadi tontonan megah. Mulai dari aransemen musik yang modern, tata panggung dan lighting berstandar internasional, kostum peserta yang diperhatikan secara detail, hingga konsep visual yang disebutnya tak kalah dengan ajang pencarian bakat global seperti American Idol.
“Bahkan lagu-lagu daerah atau lagu yang sederhana, ketika dikemas dengan aransemen yang tepat, bisa terdengar sangat megah dan berkelas. Akhirnya, penonton yang awalnya tidak suka dangdut pun ikut menikmati,” jelasnya.
Tak hanya soal musik, Harsiwi juga menekankan pentingnya unsur hiburan. Host yang komunikatif dan lucu, juri yang tidak kaku dan ikut bernyanyi maupun bergoyang, serta kehadiran bintang tamu lintas genre—seperti Putri Ariani hingga penyanyi timur—membuat Dangdut Academy semakin luas diterima.
Dalam kesempatan tersebut, Harsiwi juga memperkenalkan filosofi “Luar Biasa” yang selama ini melekat pada Indosiar. Menurutnya, “luar biasa” bukan sekadar slogan, melainkan prinsip bahwa setiap tayangan harus menghadirkan kualitas maksimal, mulai dari teknologi, grafis, kolaborasi, hingga eksekusi panggung.
“Luar biasa itu juga berarti merangkul pemirsa. Masyarakat Indonesia yang mencintai Indosiar adalah pemirsa yang luar biasa,” katanya.
Selain hiburan, Indosiar juga menaruh perhatian besar pada kepedulian sosial. Melalui Pundi Amal SCTV–Indosiar, Harsiwi menyebut pihaknya aktif menyalurkan donasi untuk korban bencana, termasuk di Sumatra. Ajakkan berdonasi akan terus dihadirkan di berbagai program, lengkap dengan QR Code untuk memudahkan masyarakat berpartisipasi.
Menjawab pertanyaan soal regenerasi musisi, Harsiwi memastikan Dangdut Academy tidak akan digantikan. Bahkan, Dangdut Academy 8 dipastikan tetap hadir. Namun sebagai terobosan baru, Indosiar akan meluncurkan Band Academy yang dijadwalkan mulai setelah Lebaran.
“Band-band di Indonesia ini kualitasnya luar biasa, banyak dari kampus, sekolah, sampai kafe. Kami ingin memberi mereka panggung nasional,” ungkapnya. Hingga kini, tercatat lebih dari 400 band telah mendaftar, meski pengumuman baru dilakukan melalui media sosial.
Tak menutup kemungkinan, Indosiar juga tengah mempertimbangkan kembali hadirnya Dangdut Academy Asia, menyusul tingginya minat dari luar negeri pasca kesuksesan DA7.
“Semua masih kami pikirkan matang-matang, tapi peluang itu ada,” pungkas Harsiwi.
Dengan sederet inovasi tersebut, Indosiar menegaskan posisinya sebagai televisi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi wadah regenerasi dan pengembangan industri musik Tanah Air.
Artikel Terkait
Land Rover Series II 2026: Legenda Off-Road Klasik Lahir Kembali dengan Sentuhan Modern
Jon Mathias Bacakan Pledoi Ammar Zoni, Soroti Kelemahan Pembuktian Jaksa
Sutradara Kuntz Agus Garap Film “Ayah Arahnya Kemana, Ya?” dengan Pendekatan Emosional Keluarga
Afan dan Valen Jadi Panutan Ajang Band Academy Indosar