Tokyo—Rencana pemulangan sepasang panda raksasa ke China bulan depan memicu lonjakan pengunjung di Kebun Binatang Ueno, Tokyo. Dua panda kembar Shaoshao dan Lei Lei, yang lahir di Ueno, akan dikembalikan ke China sesuai kesepakatan kerja sama, membuat para penggemar berbondong-bondong datang untuk melihat mereka untuk terakhir kalinya.
Sehari setelah pengumuman resmi, antrean panjang terlihat di depan area panda. Banyak pengunjung rela menunggu hingga empat jam, bahkan pihak kebun binatang menutup akses kunjungan lebih awal pada pukul 13.00 karena membludaknya pengunjung.
Untuk mengendalikan keramaian, pihak Ueno Zoo memberlakukan pembatasan waktu kunjungan hanya satu menit per orang sejak kemarin. Dalam waktu yang sangat singkat itu, para pengunjung berusaha mengabadikan momen sekaligus “menyimpan” kenangan di benak mereka.
“Bukan hanya foto, saya ingin benar-benar mengingat wajah mereka,” ujar salah satu pengunjung yang datang dari Prefektur Aichi, mengaku merasa sedih namun berharap suatu hari panda akan kembali ke Jepang.
Mulai pekan depan, sistem kunjungan akan diubah menjadi reservasi daring, dengan kuota sekitar 4.800 orang per hari. Panda masih dapat dilihat hingga tanggal 25 bulan depan. Sementara itu, sejak 14 hari sebelum kepulangan, hanya pengunjung yang terpilih melalui undian yang dapat menyaksikan mereka secara langsung.
Sebelumnya, pada Juni lalu, empat panda di Adventure World, Prefektur Wakayama, telah lebih dulu dipulangkan ke China. Dengan kepulangan Shaoshao dan Lei Lei, Jepang diperkirakan akan kehilangan panda sepenuhnya pada Februari tahun depan—untuk pertama kalinya dalam 53 tahun.
Pihak Kebun Binatang Ueno menyebut Shaoshao dan Lei Lei memiliki makna khusus karena merupakan panda kembar pertama yang lahir di Ueno. “Mereka memberi kami banyak pengalaman dan rasa haru. Kami benar-benar berterima kasih,” ujar perwakilan kebun binatang.
Kepulangan dua panda ini menandai akhir sebuah era, sekaligus meninggalkan kenangan mendalam bagi masyarakat Jepang yang telah tumbuh bersama kehadiran panda selama puluhan tahun.
Artikel Terkait
Afan dan Valen Jadi Panutan Ajang Band Academy Indosar
Titiek Haryati Hadiri Sidang Pledoi Ammar Zoni sebagai Pemerhati, Soroti Pentingnya Rehabilitasi
Eli Murni Matuo Ammar Zoni Harap Rehabilitasi, Pledoi Jadi Penentu Nasib di Persidangan
Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan