Washington, D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani HR452 atau Miracle on Ice Bill, sebuah undang-undang yang mengesahkan pencetakan tiga medali peringatan untuk mengenang kemenangan bersejarah tim hoki es putra Amerika Serikat pada Olimpiade Musim Dingin 1980 di Lake Placid.
Penandatanganan undang-undang tersebut berlangsung di Gedung Putih dan dihadiri langsung oleh para legenda tim hoki AS 1980, yang dikenal luas sebagai pelaku kemenangan ikonik atas Uni Soviet dalam laga yang dijuluki “Miracle on Ice”—salah satu momen paling bersejarah dalam dunia olahraga Amerika.
“Ini adalah salah satu momen terbesar dalam sejarah olahraga Amerika Serikat,” ujar Trump. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut bukan sekadar prestasi olahraga, tetapi simbol kebangkitan nasional di tengah situasi global yang penuh tekanan saat itu.
Undang-undang HR452 disahkan oleh Kongres AS untuk memastikan kemenangan tersebut dikenang secara abadi melalui medali resmi negara. Trump menyebut langkah ini sebagai bentuk penghormatan yang layak bagi para atlet yang telah “menyatukan bangsa dan menginspirasi generasi.”
Acara tersebut juga menjadi ajang penghormatan emosional, dengan kehadiran para pemain, keluarga atlet yang telah wafat, serta perwakilan pelatih legendaris Herb Brooks. Beberapa mantan pemain menyampaikan rasa bangga dan haru karena pencapaian mereka 45 tahun lalu masih mendapat apresiasi tertinggi dari negara.
“Ketika Anda mengenakan jersey USA, Anda bermain untuk negara, bukan untuk kota atau negara bagian,” ujar Mike Eruzione, kapten tim 1980. Ia menyebut penghargaan ini sebagai “puncak kehormatan” setelah medali emas Olimpiade.
Dalam sambutannya, Trump juga menyinggung makna persatuan yang lahir dari kemenangan tersebut. Menurutnya, Miracle on Ice membuktikan bahwa “tidak ada yang mustahil” ketika Amerika bersatu dan percaya pada kemampuannya sendiri.
Kemenangan tim hoki AS atas Uni Soviet pada 22 Februari 1980 terjadi di tengah dominasi panjang Soviet di cabang olahraga tersebut. Saat itu, Uni Soviet telah mengoleksi empat medali emas Olimpiade berturut-turut dan dianggap tak terkalahkan. Namun, tim AS yang berisi pemain amatir dan mahasiswa justru mencetak sejarah dengan kemenangan dramatis 4–3.
Hingga kini, Miracle on Ice tetap dikenang sebagai simbol kejutan terbesar dalam olahraga dunia sekaligus lambang semangat juang dan nasionalisme Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Titiek Haryati Hadiri Sidang Pledoi Ammar Zoni sebagai Pemerhati, Soroti Pentingnya Rehabilitasi
Eli Murni Matuo Ammar Zoni Harap Rehabilitasi, Pledoi Jadi Penentu Nasib di Persidangan
Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan
NASA Luncurkan Misi Artemis II, Astronaut Kembali Mengitari Bulan Setelah 50 Tahun