Washington, AS — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani aturan baru terkait regulasi kecerdasan buatan (AI) yang menegaskan bahwa seluruh pengembangan AI di AS harus berada di bawah satu kerangka nasional. Langkah ini disebut Trump sebagai kunci untuk memastikan AS tetap unggul dalam perlombaan AI global, terutama melawan Cina.
Dalam pidatonya, Trump menegaskan bahwa industri AI adalah “yang terbesar yang pernah ada” dan hanya akan memiliki “satu pemenang—Amerika Serikat atau Cina”, seraya menambahkan bahwa saat ini AS “memimpin jauh”.
SATU SUMBER PERSETUJUAN UNTUK INDUSTRI AI
Trump menjelaskan bahwa selama ini terdapat lebih dari 1.000 RUU di tingkat negara bagian yang mencoba mengatur AI, sehingga menciptakan tumpang tindih aturan dan kebingungan hukum. Executive Order (EO) ini memastikan regulasi AI berada di bawah standar federal yang tunggal.
“Perusahaan tidak bisa pergi ke 50 negara bagian untuk minta persetujuan. Itu mustahil,” tegas Trump.
Tim Cook dari Apple dan para pemimpin teknologi AS lainnya dikabarkan juga telah memberi masukan terkait kebutuhan regulasi tunggal tersebut.
Penasihat teknologi Trump, David Sacks, menyebut regulasi negara bagian sebagai “patchwork membingungkan” yang dapat menghambat inovasi serta investasi besar-besaran yang sedang berlangsung di sektor AI.
TED CRUZ: ‘PERTARUNGAN EKONOMI TERPENTING DI DUNIA’
Senator Ted Cruz memuji langkah Trump dan membandingkannya dengan era awal internet. Menurutnya, kebijakan ringan era Bill Clinton terhadap internet membawa AS ke dominasi global, sementara Eropa terhambat oleh regulasi ketat.
“Siapa yang menang AI akan menentukan nilai-nilai apa yang mengatur teknologi dunia—nilai kebebasan Amerika atau kontrol totaliter ala Cina,” ujar Cruz.
TRUMP: ‘KITA MEMIMPIN JAUH’
Trump menegaskan bahwa AS saat ini unggul dalam investasi, pembangunan pusat data, hingga pengembangan teknologi AI strategis. Ia menambahkan bahwa industri AI akan menguasai “50–60% ekonomi” dalam beberapa waktu ke depan.
Trump juga sempat menyinggung hubungan dagang, tarif, serta capaian ekonomi AS yang menurutnya “terbaik dalam sejarah”, termasuk rekor baru pasar saham.
BIDANG LAIN: UKRAINA, IRAN, DAN VENEZUELA
Di luar isu AI, Trump menjawab sejumlah pertanyaan penting:
• Perang Rusia–Ukraina
Trump mengklaim AS tengah mendorong kesepakatan damai dan siap hadir dalam pertemuan di Eropa jika dinilai memiliki peluang nyata. Ia menyebut “25.000 tentara tewas bulan lalu” sebagai alasan mendesak untuk menghentikan konflik.
• Iran
Trump kembali menegaskan bahwa AS telah “menghancurkan total” fasilitas nuklir Iran melalui operasi militer sebelumnya, dan memperingatkan bahwa AS siap “menghancurkan lagi” jika Teheran membangun situs baru.
• Venezuela
Ia menuduh rezim Venezuela mengirimkan penjahat, geng, dan pasien gangguan mental masuk ke AS. Penindakan laut atas penyelundupan narkoba, katanya, sudah menurunkan aktivitas sebesar 92%.
REGULASI AI: LANGKAH PENENTU BAGI MASA DEPAN
Executive Order yang ditandatangani Trump dipandang sebagai pondasi utama bagi strategi besar Amerika di era kecerdasan buatan. Dengan aturan tunggal, pemerintah berharap dapat mempercepat pembangunan pusat data, infrastruktur listrik, dan inovasi teknologi tingkat lanjut.
“Ini soal masa depan ekonomi kita dan masa depan keamanan nasional,” kata Trump. “Dan Amerika akan menang.”
Artikel Terkait
Land Rover Series II 2026: Legenda Off-Road Klasik Lahir Kembali dengan Sentuhan Modern
Jon Mathias Bacakan Pledoi Ammar Zoni, Soroti Kelemahan Pembuktian Jaksa
Sutradara Kuntz Agus Garap Film “Ayah Arahnya Kemana, Ya?” dengan Pendekatan Emosional Keluarga
Afan dan Valen Jadi Panutan Ajang Band Academy Indosar