Washington DC — Tradisi tahunan National Christmas Tree Lighting kembali digelar meriah di President’s Park, area yang berada tepat di depan Gedung Putih. Acara penyalaan pohon Natal nasional ke-103 itu berlangsung hangat dan penuh sorak-sorai warga Amerika yang memadati kawasan tersebut, meski cuaca musim dingin mulai menusuk.
Acara dibuka dengan seruan, “Happy holidays and Merry Christmas, America!” dari para pembawa acara yang menyapa para hadirin dan menegaskan bahwa tradisi lebih dari satu abad ini selalu menjadi momen pemersatu bangsa.
Mereka juga mengajak seluruh penonton memberikan penghormatan khusus kepada para prajurit dan perempuan/lelaki dalam seragam militer yang sedang bertugas di berbagai belahan dunia. “Semoga mereka merasakan rasa terima kasih kita yang terdalam,” ujar salah satu pembawa acara.
Trump dan Melania Naik Panggung, Pimpin Hitung Mundur Penyalaan Pohon
Sorakan semakin riuh ketika Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dan Ibu Negara Melania Trump memasuki panggung.
“Melania dan saya sangat senang mengucapkan selamat Natal kepada semua yang hadir di sini dan kepada seluruh rakyat Amerika,” ujar Trump.
Ia kemudian mengajak seluruh hadirin melakukan hitung mundur sebelum Melania menekan tombol penyalaan pohon Natal nasional.
Pohon Natal raksasa itu langsung menyala gemerlap, disambut tepuk tangan meriah dan sorotan kamera dari ribuan pengunjung.
“Pohon itu luar biasa indah. Tim yang mengerjakannya melakukan pekerjaan yang fantastis,” kata Trump.
Tokoh Nasional hingga Legenda Olahraga Hadiri Acara
Trump juga menyapa sejumlah tokoh penting yang hadir, termasuk:
• Wakil Presiden J.D. Vance beserta istrinya,
• Jaksa Agung Pam Bondi,
• Menteri-menteri pemerintahan,
• Administrator nasional Kelly Loeffler,
• serta legenda hoki es Wayne Gretzky dan istrinya, Janet.
Ia memberi apresiasi kepada National Park Service serta para musisi yang tampil malam itu, termasuk The Beach Boys sebagai tamu kehormatan.
Pesan Keagamaan: “Natal adalah Cahaya bagi Seluruh Umat Manusia”
Dalam pidatonya, Trump menekankan makna religius Natal.
“Lebih dari 2.000 tahun lalu, kelahiran Yesus Kristus membawa cahaya bagi umat manusia dan kasih Tuhan bagi semua bangsa,” ujarnya.
Trump mengutip Injil Yohanes tentang “cahaya kehidupan” dan menegaskan pentingnya pesan untuk mengasihi dan saling melayani.
Ia juga menyampaikan duka cita dan penghormatan kepada personel Garda Nasional yang gugur atau terluka saat bertugas melindungi masyarakat.
Trump Klaim Stabilitas Negara dan Seruan untuk Perdamaian Dunia
Dalam pidatonya, Trump menyampaikan sejumlah klaim mengenai kondisi negara serta upaya perdamaian internasional, yang ia tekankan sebagai bagian dari semangat Natal.
Ia menyebutkan bahwa pemerintahannya berhasil meningkatkan keamanan perbatasan, menekan angka kejahatan di Washington DC, serta mendorong penyelesaian konflik di berbagai wilayah dunia. Trump juga menyinggung upaya diplomasi terkait konflik Rusia–Ukraina dan konflik di Afrika tengah, yang ia sebut masih terus diperjuangkan.
Seluruh klaim tersebut disampaikan dalam konteks pidato, tanpa adanya verifikasi independen dalam acara tersebut.
“Saya ingin mengucapkan Merry Christmas, Happy Hanukkah, dan Happy New Year. Kita mencintai seluruh rakyat Amerika — 350 juta jiwa. Kita ingin menjaga semuanya.”
Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan musik dan hiburan, sementara ribuan lampu pohon Natal terus berkilauan menerangi malam musim dingin di ibu kota Amerika Serikat.
Artikel Terkait
Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan
NASA Luncurkan Misi Artemis II, Astronaut Kembali Mengitari Bulan Setelah 50 Tahun
Film “Mother Mary” Siap Tayang Spring 2026, Anne Hathaway Tampil dengan Sentuhan Musik Eksperimental
Honda Perkuat Honda HR-V dengan Teknologi Modern dan Fitur Serbaguna