Ariana Grande kembali menyuarakan pesan penting untuk para penggemar maupun para pengkritiknya. Pada 29 November, pelantun “yes, and?” itu mengunggah ulang sebuah cuplikan wawancara lama ke Instagram Stories—sebuah pengingat penuh kasih bahwa komentar soal penampilan seseorang bisa berdampak serius.
Cuplikan itu berasal dari wawancara yang ia lakukan pada Desember 2024 bersama influencer Prancis, Sally, saat tur promosi film Wicked pertama. Dalam wawancara tersebut, Ariana secara tegas menyoroti budaya body shaming.
“Ada rasa nyaman yang orang rasakan ketika mengomentari tubuh orang lain, dan menurutku itu sangat berbahaya. Itu berbahaya untuk semua pihak yang terlibat,” ujar Ariana dalam video tersebut.
Unggahan ulang itu ditulisnya dengan pesan hangat:
“Re-sharing this from last year as a loving reminder to all.”
Sejak wawancara itu, bintang Wicked: For Good tersebut semakin terbuka soal bagaimana ia menghadapi sisi gelap ketenaran. Dalam wawancara bersama The New York Times yang dirilis awal bulan ini, Ariana mengakui bahwa tekanan publik sempat merampas kebahagiaannya dalam berkarya.
“Tidak ada yang bisa mempersiapkanmu menghadapi semua konsekuensinya. Hingga baru-baru ini, sangat sulit bagiku menavigasinya. Dan itu mengambil banyak kebahagiaan dariku,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kini ia mulai melepaskan beban komentar negatif yang diarahkan padanya.
“Aku tidak harus menerima semua proyeksi itu. Aku bisa fokus pada seniku, dan itu bisa berdiri sebagai entitas terpisah. Tapi aku harus memberi izin pada diriku sendiri untuk berpikir seperti itu.”
Lewat pengingat lembut ini, Ariana menegaskan kembali pesan penting: berhenti mengomentari tubuh orang lain—bahkan selebritas sekalipun—karena dampaknya bisa lebih besar dari yang terlihat.
Artikel Terkait
Film “Mother Mary” Siap Tayang Spring 2026, Anne Hathaway Tampil dengan Sentuhan Musik Eksperimental
Honda Perkuat Honda HR-V dengan Teknologi Modern dan Fitur Serbaguna
Mercedes-Benz Tegaskan Filosofi Presisi: Detail Kecil Jadi Penentu Kemewahan
Hyundai Rayakan 40 Tahun di Amerika, Perkenalkan Konsep Pickup Tangguh “Boulder”