Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Kerakusan dan Moral Abu-Abu: “How to Make a Killing”

- Selasa, 25/11/2025

Jakarta, 25 November 2025 — Dunia perfilman kembali diguncang dengan hadirnya How to Make a Killing, sebuah thriller kriminal bernuansa dark comedy yang memadukan satire kelas sosial, konflik keluarga superkaya, dan perjalanan moral seorang pewaris muda yang terjebak dalam lingkaran ambisi dan darah.

Film ini berkisah tentang Becket, seorang anak dari keluarga kaya raya yang sejak kecil selalu diberi tahu oleh ibunya bahwa dirinya “berbeda” — bukan karena keistimewaan moral, melainkan karena suatu hari ia akan mewarisi seluruh kekayaan keluarga Redfellow: real estate, pesawat pribadi, bahkan beberapa pulau.

Namun, ada satu masalah besar:

Tujuh anggota keluarga lain berdiri di antara Becket dan harta senilai 28 miliar dolar.

Intrik Warisan, Humor Gelap, dan Plot Misteri Berlapis

Dalam berbagai dialog yang bernuansa sinis, Becket merenungkan nasibnya. Ia menyadari bahwa satu-satunya cara mempercepat warisan itu turun ke tangannya adalah dengan “memangkas beberapa cabang” dari pohon keluarga. Cerita menjadi semakin gelap sekaligus absurd ketika serangkaian kematian misterius mulai menimpa keluarga Redfellow.

Seorang karakter bertanya dengan nada dingin:

“Well, call me when you’ve killed them all.”

Sebuah kalimat yang menandai arah cerita — penuh sindiran, kekejaman, dan kecerdikan.

Becket kemudian mulai terseret dalam dunia “pekerjaan” yang tidak biasa. Ketika ditanya mengapa ia sulit dihubungi, ia menjawab sinis:

“Been occupied.”

“With what?”

“Occupations.”

Sebuah jawaban yang menjadi petunjuk bahwa ia berada semakin dalam di jalur yang tak bisa ia putar kembali.

Ketegangan Meningkat: Siapa Target Berikutnya?

Ketika rumor tentang kematian beruntun di keluarga Redfellow menyebar, suasana film berubah menjadi permainan psikologis. Semua orang curiga. Semua orang takut. Dan semua orang bertanya-tanya:

Siapa berikutnya?

Dan apakah Becket benar-benar pelakunya… atau hanya pion dalam permainan yang lebih besar?

Dalam salah satu adegan konfrontatif, seorang karakter menekan Becket untuk “mengaku,” sementara ia sendiri tampak memendam rahasia gelap lainnya.

Akhir film ditutup dengan kalimat tajam:

“Until then, I’m sure you’ll make a killing.”

Sebuah permainan kata yang menggambarkan keseluruhan tema film — soal kekayaan, ambisi, dan konsekuensi mematikan yang menyertainya.

How to Make a Killing menawarkan paket lengkap untuk penonton yang menyukai thriller cerdas dengan nuansa humor gelap. Film ini menyinggung soal kerakusan, moralitas abu-abu, dan dunia para miliarder yang selalu tampak glamor, namun menyembunyikan sisi paling berbahaya dari sifat manusia.

Film ini diprediksi menjadi salah satu rilisan paling diperbincangkan tahun ini berkat plotnya yang tajam dan karakter utamanya yang kompleks, penuh dilema, sekaligus memikat.

Tags

Artikel Terkait

Terkini