Jakarta, 23 November 2025 — Denny Sumargo kembali buka suara soal berbagai isu yang menjeratnya, mulai dari keterlibatan dalam sejumlah konflik publik, panggilan saksi dari polisi, sampai gelombang hujatan netizen. Denny bicara soal prinsip hidup, tanggung jawab, hingga batas dirinya sebagai mediator yang kerap diminta membantu menyelesaikan persoalan orang lain.
“Yang Salah Adalah Gua” — Denny Awali dengan Introspeksi
Dalam kesempatan itu, Denny mengakui bahwa ia sering memikul kesalahan yang bahkan bukan sepenuhnya miliknya. Baginya, kekecewaan adalah bagian dari proses manusia.
“Karena gua enggak bisa kontrol orang, tapi gua bisa kontrol diri gua. Yang salah adalah gua. Bersedihlah karena itu hal yang mengecewakan untuk semua pihak yang mengalami, termasuk penonton,” ujar Denny.Ditemui di Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Minggu (23/11),
Ia menyebut sering kali penonton ikut terseret secara emosional, sehingga komentar publik menjadi berlebihan. Namun ia tetap memilih menahan diri.
Tentang Pernikahan: “Gua Ikut Maunya Tuhan, Bukan Maunya Gua”
Saat ditanya perbandingan rumah tangganya dengan orang lain, Denny menegaskan bahwa setiap pernikahan memiliki jalannya masing-masing. Ia menolak menghakimi pernikahan siapapun.
“Gua fokus kepada apa yang Tuhan mau dalam hidup gua, dalam pernikahan gua. Kalau mengikuti maunya gua, mungkin gua udah pisah dari lama. Manusia sulit turunin ego, tapi kalau berserah sama Tuhan lebih mudah,” jelasnya.
Bagi Denny, setiap pasangan punya perjalanan berbeda dan tidak jarang tetap berpisah meski sudah berusaha mendekat kepada Tuhan. Ia hanya bisa mendoakan mereka agar pulih dan kembali menemukan arah.
Dipanggil Polisi Terkait Saksi—Denny: “Gua Ikuti Prosedur Negara”
Denny membenarkan adanya surat panggilan sebagai saksi terkait kasus sosok bernama Ahmad, yang sempat menjadi tamu di podcast miliknya dan diduga sebagai psikolog gadungan.
“Kalau memang kepolisian ada panggilan, gua menghadap. Kalau enggak ada, ya gua enggak menghadap,” ujarnya.
Ia mengonfirmasi bahwa panggilan itu sudah diterima dan ia bersiap memberikan keterangan seputar apa yang terjadi di studionya.
Selain itu, Denny juga menyinggung kasus Nad Almira dan LG yang sempat dimediasi lewat podcast-nya. Ia menegaskan bahwa inisiatif mediasi datang dari pihak terkait, bukan dari dirinya.
“Gua Cuma Bantu” — Mediasi Bukan Tugas Utama, Tapi Panggilan
Salah satu sorotan publik adalah peran Denny dalam berbagai konflik artis yang muncul di podcastnya. Banyak yang menilai ia terlalu ikut campur, bahkan dianggap menjadi sumber masalah.
Namun Denny membantah bahwa ia melibatkan diri secara berlebihan.
“Yang minta mediasi itu mereka. Gua cuma bantu. Setelah keluar dari podcast, kalau mereka ribut lagi itu sudah di luar porsi gua,” tegasnya.
Ia mengakui sempat kecewa pada diri sendiri ketika mediasi gagal menghasilkan perdamaian. Namun ia belajar untuk tidak lagi masuk terlalu dalam ke masalah orang.
Diserang Netizen: “Itu Konsekuensi, Gua Terima”
Denny tidak menolak bahwa ia sering dihujat, termasuk dari fans DJ Panda. Baginya, setiap tindakan pasti mengundang pro-kontra.
“Apa yang gua lakukan mungkin kurang buat mereka, atau enggak sesuai dengan keinginan mereka. Gua anggap itu kesalahan gua. Prinsip gua: gua enggak pernah mau nyalahin orang,”katanya.
Ia menambahkan bahwa banyak orang mendesaknya membela diri, namun Denny memilih diam karena tidak ingin memperkeruh masalah. Klarifikasi baginya hanya diberikan jika diperlukan untuk kepentingan pekerjaan atau faktual.
Soal Tuduhan Fitnah: “Kita Harus Jelas, Fitnah Apa?”
Saat ditanya soal dugaan fitnah terhadap Ayah DJ Panda, Denny menolak bicara tanpa kejelasan.
“Fitnah apa? Kita harus jelas. Kalau fitnahnya apa jelas, ya gua klarifikasi. Kalau enggak tahu konteksnya, gua enggak bisa jawab,” ucapnya.
Ia juga menanggapi kisah cinta DJ Panda dan Erika yang menjadi perhatian publik.
“Belum nikah cuy. Perjalanan masih panjang. Yang salah ya perbaiki diri, yang benar ya pertahankan. Udahlah, masih anak-anak semua,” komentarnya santai.
Komunikasi dengan DJ Panda: “Gua Cuma Dibantu, Bukan Ikut Campur”
Denny mengungkap bahwa dirinya sempat memberikan saran kepada DJ Panda karena diminta langsung, bukan karena ingin ikut dalam urusan pribadinya.
“Gua cuma bantu karena dia minta tolong. Kalau bantuan gua kurang, ya mohon maaf,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa saran soal rumah sakit atau tindakan lainnya justru awalnya berasal dari netizen yang kemudian dikonfirmasi lewat DM.
Kasus Perdamaian di Polda: “Itu Urusan Mereka”
Legitimasi perdamaian antara DJ Panda dan Erika sempat kembali dipertanyakan publik setelah muncul syarat dari pihak Erika. Namun Denny menegaskan bahwa ia tidak lagi terlibat dalam proses tersebut.
“Itu bukan urusan gua. Itu urusan mereka sendiri,” katanya.
“Podcast Keramat” dan Beban Moral
Di ujung pembicaraan, Denny menyinggung persepsi publik bahwa podcast miliknya membawa banyak kontroversi. Bahkan muncul anggapan bahwa setiap orang yang hadir mengalami masalah baru.
Namun Denny membantah keras narasi itu.
“Ada ratusan video di podcast gua, yang akhirnya jadi konflik enggak sampai 10%. Banyak loh yang jadi damai, dapat solusi, pulih,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa pekerjaannya memang berat karena opsi logis—“hanya cari cuan”—tidak sejalan dengan alasan moral dan spiritual yang ia pegang.
“Gua percaya podcast ini titipan Tuhan buat gua. Gua bantu orang karena Tuhan dulu bantu hidup gua. Tapi kalau mereka enggak jalani dengan baik, itu di luar rana gua,” tegasnya.
Tetap Ingin Membantu Meski Sering Dihujat
Walau lelah dan berkali-kali terseret konflik, Denny mengatakan ia tidak ingin berhenti membantu.
“Kalau bukan kita yang bantu, nanti siapa lagi? Orang bisa berhenti bantu karena takut dihujat. Gua enggak apa-apa dihujat, gua jalan terus,” kata ayah satu anak itu.
Dengan nada tenang, ia menutup dengan prinsip hidup yang kini ia pegang erat:
“Gua enggak bisa kontrol orang. Tapi gua bisa kontrol diri gua.”
Di tengah sorotan publik yang tidak pernah padam, Denny Sumargo tetap memilih berdiri dengan integritas, menerima kesalahan, dan terus mengupayakan yang terbaik—meski dunia tidak selalu memahaminya.
Artikel Terkait
Hyundai Rayakan 40 Tahun di Amerika, Perkenalkan Konsep Pickup Tangguh “Boulder”
Honda Gold Wing Trike 2026 Resmi Diperkenalkan, Raja Touring Mewah Tiga Roda
Nokia N93 (2026) Muncul dalam Konsep Futuristik, Siap Guncang Pasar Smartphone
Apple Siapkan “iPhone Air 2”, Desain Super Tipis dengan Performa Kelas Pro