Lebih dari dua dekade sejak Marcell membuat “Semusim” menjadi anthem patah hati generasi awal 2000-an, lagu tersebut kini memasuki babak baru. Menjelang penutup 2025, Tohpati merilis versi remake yang menghadirkan suasana segar dan karakter vokal baru lewat kolaborasinya bersama Nadhif Basalamah. Lagu ini menjadi pembuka rangkaian proyek album solo Tohpati yang sedang digarap.
Ide remake “Semusim” muncul bukan dari nostalgia, melainkan rasa penasaran Tohpati sebagai produser dan pengaransemen. Ia ingin tahu, bagaimana jadinya jika sebuah hit era 2000-an dibawakan oleh penyanyi muda dengan gaya dan warna musik generasi sekarang. Hasil diskusi dengan pihak label akhirnya mengarah pada satu nama: Nadhif Basalamah. Suara gloomynya yang khas dianggap mampu memberi ruh baru pada lagu yang sebelumnya dikenal lewat karakter pop Marcell.
Walau menjadi single pertama, Tohpati menegaskan bahwa “Semusim” tidak dipilih karena makna tertentu—melainkan karena paling siap dari sepuluh materi yang akan dilepas di album nanti. Justru tantangan terbesar datang dari hal sederhana: mencari waktu yang klop antara jadwal Nadhif dan musisi strings. Proses itu memakan waktu dua bulan, sementara produksi musiknya sendiri hanya butuh sekitar seminggu.
Hasilnya jauh dari sekadar daur ulang. Aransemen baru dibuat lebih modern, dengan puncak emosi yang diletakkan pada bagian reff terakhir—berbeda dari versi orisinal yang cenderung rata. Karakter vokal Nadhif yang misterius dan lebih mellow membuat “Semusim” terasa seperti lagu baru yang berdiri sendiri, bukan bayangan dari versi Marcell.
Usai perilisan ini, Tohpati sudah menyiapkan deretan kolaborasi lain, termasuk “Cinta Kita” bersama Fabio Asher yang dijadwalkan rilis Januari mendatang. Total akan ada sepuluh lagu dalam album tersebut, yang menjadi proyek pribadi Tohpati untuk menjembatani musik generasinya dengan musisi muda masa kini.
Versi terbaru “Semusim” dapat didengarkan di berbagai platform digital mulai 21 November 2025. Semacam reuni musikal lintas generasi—dan mungkin, awal dari renaissance kecil untuk lagu-lagu pop Indonesia era 2000-an
Artikel Terkait
Honda Gold Wing Trike 2026 Resmi Diperkenalkan, Raja Touring Mewah Tiga Roda
Nokia N93 (2026) Muncul dalam Konsep Futuristik, Siap Guncang Pasar Smartphone
Apple Siapkan “iPhone Air 2”, Desain Super Tipis dengan Performa Kelas Pro
Trump Siap Sampaikan Pidato Nasional, Konflik Iran Memanas di Tengah Ancaman Baru