Jakarta, 19 November — Film terbaru garapan sutradara Indra Gunawan, Air Mata Mualaf, resmi diputar dalam sesi prescreening di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu (19/11). Dua pemeran utama, Acha Septriasa dan Achmad Megantara, hadir dan berbagi cerita tentang proses pendalaman karakter serta pesan mendalam yang dibawa film ini.
Mengupas Koneksi Manusia dengan Tuhan
Acha Septriasa mengungkapkan bahwa film ini menyoroti hubungan spiritual manusia dalam kehidupan sehari-hari.
“Film ini membahas sangat dalam tentang connection kita dengan Yang Maha Kuasa. Bagaimana merefleksikan diri, bersyukur, menghargai, dan mencintai satu sama lain. Termasuk menghargai pilihan hidup setiap orang,” ujarnya.
Menurut Acha, pesan yang dibawa film ini tidak sekadar religius, tetapi juga universal dan relevan untuk siapa saja.
Achmad Megantara: Tantangan Besar Memerankan Ustaz
Achmad Megantara, yang berperan sebagai Ustaz Reza, mengaku sempat panik saat pertama kali ditawari peran tersebut.
“Enggak gampang meranin sosok ustaz. Simbolnya besar, sensitif, dan negara kita mayoritas muslim. Saya harus hati-hati banget membawa karakter ini,” ungkap Achmad.
Untuk mendalami peran, ia meneladani dua tokoh nyata:
Habib Umar bin Hafiz (Yaman)
Habib Jindan (Indonesia)
Cara kedua tokoh itu menyampaikan dakwah dengan lembut dan indah menjadi acuan utama Achmad Megantara.
Ia berharap sosok Ustaz Reza dapat diterima semua kalangan — bukan hanya umat muslim, tetapi juga masyarakat lintas agama.
Perjalanan Spiritual & Kejujuran Diri
Achmad juga terbuka mengenai proses refleksi dirinya selama terlibat dalam film ini.
“Sebagai aktor, kita harus jujur saat menyampaikan peran. Tapi saya juga jadi sering bertanya pada diri sendiri, apakah kebaikan saya tulus atau hanya bawaan karakter saya yang terlalu extrovertdan outspoken,” katanya.
Diskusi soal hijab, atribut keagamaan, hingga keresahan personal tentang identitas diri membuatnya merasa film ini membawa perjalanan batin tersendiri.
Acha & Dunia Musik: Kembali Isi Soundtrack
Meski sudah lama tak bernyanyi, Acha kembali mengisi soundtrack film ini bersama komposer Tya Subiakto.
“Latihan cuma tiga kali sama Mbak Uci Nurul. Sudah lama enggak nyanyi, tapi saya terima kesempatan ini karena ingin membuat soundtracknya lebih deep dan menyatu dengan film,” kata Acha.
Ia sempat bercanda bahwa ia berniat mengajak Megantara duet, namun akhirnya tidak jadi.
“Promonya nanti ribet kalau duet, jadi udah sendiri aja,” selorohnya.
Acha mengaku kini lebih nyaman fokus pada dunia akting.
Menurutnya, musik membutuhkan presisi seperti matematika, sementara akting memberinya kebebasan berekspresi.
Tentang Film
Air Mata Mualaf mengangkat kisah perjalanan spiritual seseorang yang menemukan kasih dan harapan melalui proses pencarian iman. Film ini disebut menghadirkan pendekatan emosional, pesan toleransi, serta dinamika hubungan antar manusia yang hangat namun penuh tantangan.
Dengan penggarapan yang intens dan pendalaman karakter yang matang, film ini digadang-gadang akan menjadi salah satu karya religi paling menyentuh di akhir tahun 2025.
Artikel Terkait
Film “Mother Mary” Siap Tayang Spring 2026, Anne Hathaway Tampil dengan Sentuhan Musik Eksperimental
Honda Perkuat Honda HR-V dengan Teknologi Modern dan Fitur Serbaguna
Mercedes-Benz Tegaskan Filosofi Presisi: Detail Kecil Jadi Penentu Kemewahan
Hyundai Rayakan 40 Tahun di Amerika, Perkenalkan Konsep Pickup Tangguh “Boulder”