Jakarta — Hari ini penyanyi, penulis lagu, sekaligus ikon fashion global mikah resmi merilis dua single terbarunya berjudul “In Between” dan “Dream”, yang menjadi penutup proyek trilogi bertajuk ‘Homesick’. Trilogi ini melengkapi perjalanan musikal mikah setelah merilis single pembukanya, “Escape”, pada Oktober lalu. Ketiga lagu tersebut merangkai kisah personal mikah tentang pencarian makna “rumah” yang terinspirasi dari perjalanan dirinya menjelajahi berbagai benua.
Lewat trilogi ini, mikah mengajak pendengarnya merenungkan kembali pertanyaan-pertanyaan mendasar tentang rumah: Apa itu rumah? Di mana rumah? Dan mengapa hati manusia selalu mencari tempat untuk kembali? Ketiga babak lagu ini dapat didengarkan melalui tautan resmi yang dibagikan mikah bersamaan dengan peluncuran video musiknya.
“Escape” menjadi gerbang pertama trilogi Homesick. Lagu ini mengisahkan keberanian mikah meninggalkan tempat kelahirannya demi mengejar mimpi. Walaupun mendapat dukungan keluarga, langkah itu meninggalkan perasaan hampa dan rindu akan hal-hal familiar. “Escape” merekam pergulatan batin antara impian besar dan keinginan pulang. Dari sini, alur trilogi ditetapkan: kepergian, pengembaraan, lalu perubahan.
Single kedua, “In Between”, menuturkan fase mikah yang berjalan di ruang-ruang transisi. Berbalut nuansa akustik hangat dan sentuhan country, mikah menyanyikan bait reflektif,
“it’s just me and my suitcase”,
menggambarkan dirinya berada di antara mimpi dan kenyataan. Lagu ini menjadi jembatan emosional, di mana mikah berada dalam pencarian tanpa tahu pasti ke mana ia akan berlabuh.
Trilogi ‘Homesick’ mencapai resolusi emosinya lewat single “Dream”. Di lagu paling pop dan optimistis dari proyek ini, mikah menyadari bahwa rumah tak selalu berupa tempat fisik, melainkan perasaan yang tumbuh dalam diri. Dengan lirik penuh harapan:
“Dreaming feels like home”,
mikah menyampaikan bahwa masa depan sempurna belum tentu nyata, dan mungkin hanya bisa ditemui dalam mimpi. Ia menutup lagu ini dengan pengakuan jujur:
Video musik “Dream” digarap oleh tim kreatif asal Prancis dan direkam di Tokyo. Visualnya menggambarkan metamorfosis batin mikah: menyeberangi Shibuya Crossing, perjalanan di dalam kereta, hingga lanskap kota yang indah tempat ia “menemukan dirinya kembali.” Meski menjadi babak terakhir dari cerita visual yang dimulai di video “Escape”, klip ini tetap dapat dinikmati sebagai karya sinematik yang berdiri sendiri.
Daftar Lagu ‘Homesick’
1. Escape
2. In Between
3. Dream
Dengan berakhirnya perjalanan trilogi ini, mikah meninggalkan pesan bahwa rumah bukan sekadar koordinat di peta, tetapi ruang batin tempat kita bertumbuh, jernih, dan selalu disambut pulang.
Artikel Terkait
Afan dan Valen Jadi Panutan Ajang Band Academy Indosar
Titiek Haryati Hadiri Sidang Pledoi Ammar Zoni sebagai Pemerhati, Soroti Pentingnya Rehabilitasi
Eli Murni Matuo Ammar Zoni Harap Rehabilitasi, Pledoi Jadi Penentu Nasib di Persidangan
Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan