Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Syaqirah Asal Bugis Bikin Juri Terpukau Lewat “Nasib Bunga” Bernuansa Jawa di D’Academy 7 Top 8 Indosiar

- Rabu, 12/11/2025
Syaqirah  Asal Bugis Bikin Juri Terpukau Lewat “Nasib Bunga” Bernuansa Jawa di D’Academy 7 Top 8 Indosiar
Syaqirah, finalis asal Bugis, menghadirkan lagu “Nasib Bunga” dengan sentuhan musikalitas dan nuansa Jawa yang penuh penghayatan.

Jakarta, 12 November 2025 — Penampilan memukau kembali hadir di panggung D’Academy 7 Top 8 Indosiar, ketika Syaqirah, finalis asal Bugis, menghadirkan lagu “Nasib Bunga” dengan sentuhan musikalitas dan nuansa Jawa yang penuh penghayatan.

Begitu musik pengiring dimainkan, suasana panggung berubah menjadi dramatis dan syahdu. Dengan balutan busana bernuansa klasik dan sorotan cahaya temaram, Syaqirah membuka lagu dengan vokal lembut namun bertenaga, mengalun dalam bahasa Jawa yang bukan bahasa ibunya — sebuah tantangan besar yang justru menjadi keunggulan malam itu.

“Ingin k isuk nyawang awakmu saklawase… nanging aku iso opo…,” lantun Syaqirah penuh emosi, membuat penonton terpaku.

Setiap bait syair “Nasib Bunga” — yang sarat makna tentang cinta, ketulusan, dan pengorbanan— disampaikan dengan teknik vokal matang dan interpretasi yang menyentuh. Perpaduan antara lirih khas Bugis dan intonasi lembut Jawa menciptakan harmoni unik yang jarang terdengar di panggung dangdut modern.

Setelah bagian pertama, musik berubah menjadi lebih teatrikal dengan narasi puitis:

“Butir mutiara kata, rangkaian rayuan cinta engkau taburkan di wadah jiwa…”

Syaqirah memadukan spoken word dengan melodi yang menghanyutkan, mengingatkan penonton pada gaya tembang Jawa klasik yang penuh filosofi.

Pujian dari Juri: “Kamu Benar-Benar Artis yang Lengkap”

Begitu lagu usai, tepuk tangan panjang menggema di studio. Para juri tak ragu memberikan standing ovation untuk gadis asal Kalesti, Bugis, yang dianggap berhasil menembus batas budaya.

“Luar biasa, Syaqirah! Kamu bukan hanya menyanyi, tapi menjiwai. Lagu Jawa kamu bawakan seolah dari hati,” puji Soimah, yang tampak terharu dengan performa tersebut.

Sementara Fildan, sesama penyanyi Bugis dan pemenang D’Academy sebelumnya, menambahkan,

“Sebagai orang Bugis, saya bangga. Kamu membawa warna daerah kita tapi dengan nuansa yang sangat universal. Ini bentuk penghormatan terhadap budaya Nusantara.”

Perpaduan Budaya dan Jiwa Seni

Syaqirah menjelaskan bahwa ia sengaja memilih “Nasib Bunga” untuk menunjukkan kemampuan adaptasi lintas budaya.

“Saya ingin membuktikan bahwa musik itu bahasa yang menyatukan. Walau saya orang Bugis, saya ingin menyampaikan keindahan bahasa dan rasa Jawa lewat lagu ini,” ungkapnya usai tampil.

Dengan teknik vokal kuat, penguasaan panggung yang elegan, dan ekspresi penuh perasaan, penampilan Syaqirah malam itu menjadi salah satu yang paling berkesan di babak Top 8 D’Academy 7.

“Nasib Bunga” bukan hanya sebuah lagu, tapi perjalanan emosi — dari lembutnya cinta hingga pedihnya kehilangan. Dan Syaqirah berhasil menanamkan makna itu dalam setiap nada.

“Masih adakah mentari dan cerah di antara duka?” ia menutup dengan nada tinggi yang menggetarkan seluruh studio.

Penampilan tersebut menegaskan satu hal: di panggung D’Academy 7, Syaqirah Si Bugis bukan sekadar finalis, tapi simbol kebhinekaan musik Indonesia.

Tags

Artikel Terkait

Terkini