Jakarta, 4 November 2025 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, salah satu simpul transportasi terbesar di kawasan Jabodetabek. Kehadiran stasiun baru ini diharapkan menjadi tonggak transformasi sistem perkeretaapian nasional menuju layanan publik yang lebih modern, efisien, dan ramah masyarakat.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur transportasi massal seperti kereta api merupakan bagian penting dari strategi pemerintah untuk menekan biaya logistik, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.
“Kereta api adalah tulang punggung transportasi rakyat. Orang kaya bisa naik pesawat, tapi mayoritas rakyat kita merasakan manfaat kereta api. Karena itu, saya pastikan pembangunan dan pelayanan kereta akan terus kita perbesar untuk seluruh Indonesia,” ujar Presiden Prabowo.
Presiden juga mengapresiasi kenyamanan dan kemajuan sistem KRL Jabodetabek yang dinilainya telah sebanding dengan standar negara maju. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak akan ragu mengalokasikan anggaran demi kepentingan rakyat, termasuk subsidi tiket sebesar 60 persenbagi pengguna KRL.
“Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu. Uangnya kita hemat, tapi kepentingan rakyat di atas segalanya,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudi Purwagandi dalam laporannya menjelaskan bahwa Stasiun Tanah Abang Baru dibangun di atas lahan 31.174 meter persegi dengan luas bangunan 19.000 meter persegi. Stasiun ini memiliki empat peron dan enam jalur aktif, serta mampu melayani satu rangkaian KRL dengan 12 gerbong, setara kapasitas 20 pesawat Boeing 737.
Kapasitas penumpang meningkat drastis, dari 141.000 menjadi 380.000 orang per hari, dengan total 63 juta penumpang yang telah dilayani sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Total nilai proyek pembangunan mencapai Rp380 miliar, dan dikerjakan melalui kolaborasi Kementerian Perhubungan, PT KAI, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta sejumlah lembaga terkait.
Presiden juga menyetujui penambahan 30 rangkaian kereta baru senilai sekitar Rp5 triliun, guna memperkuat layanan KRL di kawasan Jabodetabek. Ia menegaskan, pengembangan jalur kereta juga akan diperluas ke Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi sebagai bagian dari rencana besar transportasi nasional.
“Kereta api listrik akan menurunkan biaya logistik dan memperkuat daya saing ekonomi. Indonesia bangsa yang kuat, tidak perlu takut berinovasi,” ujar Prabowo.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan prasasti oleh Presiden Prabowo Subianto, disaksikan jajaran menteri, direksi PT KAI, Gubernur DKI Jakarta, serta tamu undangan.
Dengan beroperasinya Stasiun Tanah Abang Baru, pemerintah berharap pelayanan transportasi publik di Jakarta semakin efisien, nyaman, dan berdaya saing tinggi — sekaligus menjadi simbol hadirnya negara dalam memudahkan mobilitas rakyat.
Artikel Terkait
Trackhouse Aprilia Cetak Sejarah, Raih Kemenangan Perdana di MotoGP Australia
Rihanna Cetak Sejarah, Artis Wanita Pertama Tembus 200 Juta Sertifikasi Single di AS
Lorenzo Musetti Tampil Memukau, Lolos ke Babak Berikutnya di Barcelona
Deretan Inovasi Otomotif Masa Depan: Dari Skuter Ekstrem hingga Mobil Listrik Berbasis Surya