Jakarta, 26 Oktober 2025 — Di tengah hiruk pikuk musik dan tawa pengunjung di Weekend Project #3 “Sound of Love” yang digelar di Senayan Park, Jakarta, ada satu sosok sederhana yang mencuri perhatian: Makmur, pedagang nasi goreng unik yang dikenal dengan gaya berjualannya menggunakan botol plastik bekas sebagai wadah bumbu.
“Nama saya Makmur, Pak. Makmur itu nama asli saya, tapi juga singkatan dari makanan murah,” ujarnya sambil tersenyum ketika ditemui di area festival kuliner. Sudah 16 tahun ia berjualan nasi goreng di kawasan Rawasari, Jakarta Pusat.
Namun, yang membuat Makmur berbeda bukan hanya resep nasi gorengnya — melainkan cara kreatifnya dalam menyajikan dan menyiapkan makanan. Dengan menggunakan botol-botol bekas kecap yang dimodifikasi, ia menciptakan alat praktis untuk menuang bumbu dan minyak saat memasak.
“Harusnya kecapnya ditaruh di atas ya, jadi kalau mau tinggal ‘ketrot’ gitu loh,” ujarnya sambil menirukan bunyi khas alat buatannya. Ia mengaku ide itu muncul karena ingin tampil beda dan efisien saat berjualan di atas motor. “Saya cinta mati sama botol ini, lain daripada yang lain,” tambahnya sambil tertawa.
Dari Jalanan ke Festival
Di festival yang penuh warna itu, Makmur ikut membuka lapak sederhana di Area Festival Kuliner, di mana pengunjung bisa mencicipi berbagai makanan viral dan kekinian. Ia mengaku bisa menjual hingga 30 piring nasi goreng per hari di lokasi acara.
“Nasi goreng biasa Rp15 ribu, kalau nasi goreng petai atau ayam Rp20 ribu,” katanya sembari melayani pelanggan yang terus berdatangan.
Pengunjung yang mencicipi dagangannya bukan hanya menikmati rasa khas nasi goreng kampungnya, tapi juga kisah perjuangan dan kreativitas di baliknya. “Lucu banget cara dia pakai botol bumbu. Tapi enak loh, gurih dan pedasnya pas,” kata Rani, salah satu pengunjung.
Weekend Project: Musik, Seni, dan Kuliner
Festival Weekend Project #3 “Sound of Love” sendiri kembali digelar setelah sukses pada Februari lalu. Acara yang berlangsung sepanjang hari Minggu ini menyajikan pertunjukan musik, lomba seru, dan bazar kuliner. Tema tahun ini, “Sound of Love”, mengajak pengunjung untuk mengekspresikan cinta lewat musik, makanan, dan kebersamaan.
Selain Makmur, puluhan pelaku UMKM kuliner turut berpartisipasi, menghadirkan suasana akrab antara pengusaha kecil dan pengunjung kota.
Dari Bumayu ke Ibu Kota
Makmur, yang berasal dari Bumayu, Jawa Tengah, mengatakan bahwa hidupnya berubah sejak ia mulai berjualan di Jakarta. Meski pernah jatuh dari motor atau terkena razia, ia tetap gigih. “Kalau jatuh, ya bangun lagi. Yang penting rezeki halal,” katanya mantap.
Kini, lewat kreativitas dan semangatnya, Makmur menjadi simbol kecil tentang bagaimana inovasi bisa lahir dari keterbatasan — bahkan di tengah panasnya wajan dan hiruk pikuk festival.
Artikel Terkait
Messi Cetak Gol Perdana di Stadion Baru, Inter Miami Ditahan Austin FC 2-2
LAFC Pesta Gol, Dénis Bouanga Bersinar dalam Kemenangan Telak atas Orlando City SC
Gigi Hadid Buka Suara soal Namanya Muncul dalam Dokumen Jeffrey Epstein
Bocoran Huawei Mate X8 Muncul, Siap Tawarkan Layar Lebih Luas dan Performa Lebih Matang