Rabat – Gelombang aksi protes antipemerintah di Maroko terus meluas sejak 27 September 2025, dipimpin oleh generasi muda yang dikenal sebagai Generasi Z. Aksi tersebut kini telah menjalar ke berbagai kota, dengan tuntutan perbaikan layanan publik yang dinilai memburuk.
Insiden paling serius terjadi di kawasan dekat Agadir, barat daya Maroko, ketika sekelompok demonstran bersenjata membakar bangunan serta kendaraan, dan berusaha merebut senjata aparat. Pasukan keamanan kemudian melepaskan tembakan, menewaskan dua orang.
Menurut otoritas setempat, bentrokan antara aparat keamanan dan warga telah menyebabkan 286 orang terluka, baik dari kalangan sipil maupun pasukan keamanan. Hingga kini, sedikitnya 409 demonstran ditangkap.
Para pengunjuk rasa menuduh pemerintah mengabaikan kebutuhan dasar masyarakat. Mereka menyoroti besarnya anggaran yang digelontorkan untuk persiapan Piala Dunia 2030—yang akan diselenggarakan bersama Spanyol dan Portugal—sementara sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur publik dinilai masih dalam kondisi buruk.
Gelombang protes yang didorong melalui media sosial ini menunjukkan meningkatnya ketidakpuasan generasi muda terhadap pemerintah Maroko, sekaligus memperlihatkan peran dominan Z generasi dalam dinamika politik di kawasan Afrika Utara.( ANN News )
Artikel Terkait
Presiden Prabowo Resmikan 218 Jembatan di Berbagai Daerah, Tekankan Peran TNI dan Prioritas Kepentingan Rakyat
Penyanyi Singapura Shye Rilis Single “I Always Knew”, Umumkan Album Baru Mei 2026
TNI AL Resmikan Jembatan di Sarmi Papua, Perkuat Akses dan Konektivitas Wilayah Pesisir
Top 12 AKSI 2026 Dimulai, Habibi (Aceh) Raih Nilai Tertinggi di Kloter 1 Gua Hira