Thruxton, Inggris – Tidak semua hypercar diciptakan untuk sekadar menjadi “pajangan” di garasi. Mercedes-AMG One, salah satu dari hanya 275 unit yang diproduksi di dunia, membuktikan bahwa teknologi Formula 1 benar-benar bisa turun ke jalan raya.
AMG One dipersenjatai mesin 1.6 liter turbo V6 dari mobil F1 W07 tahun 2016, dilengkapi empat motor listrik yang menghasilkan total daya hampir 1.600 hp. Dengan monokok karbon, gearbox X-Track 7 percepatan, suspensi push-rod, hingga sistem DRS layaknya mobil balap, mobil ini lebih terasa seperti prototipe sirkuit ketimbang mobil jalan raya.
Namun, Mark — salah satu pemilik AMG One — justru menggunakannya untuk aktivitas sehari-hari. Dengan nilai sekitar £3 juta (setara Rp 60 miliar), ia enggan menjadikannya “garage queen”. “Saya beli untuk digunakan, bukan disimpan. Hidup ini singkat, mobil ini diciptakan untuk dipakai dan dibagi dengan orang lain,” ungkapnya.
Mark bahkan tak ragu mengizinkan orang asing duduk di dalam mobilnya, sesuatu yang jarang dilakukan pemilik hypercar. “Waktu kecil, saya terinspirasi saat melihat supercar di Cardiff. Kalau sekarang saya bisa memberi inspirasi ke orang lain lewat mobil ini, kenapa tidak?” tambahnya.
Meski beratnya lebih dari 1,700 kg, AMG One tetap bisa terasa seperti mobil F1 di sirkuit, namun juga cukup nyaman untuk dikendarai di jalan umum. Konsumsi bahan bakarnya mencapai 20 mil per galondalam penggunaan normal, meski tangki hanya 55 liter.
Mercedes-AMG One memang bukan hypercar tercepat atau terenak dikendarai. Tapi ia adalah perayaan rekayasa teknik otomotif, sebuah karya seni bermesin balap yang membuktikan bahwa F1 tidak hanya milik lintasan, melainkan juga bisa dinikmati di jalan raya.
Apalagi bila dimiliki oleh orang seperti Mark — yang lebih suka melihat mobilnya kotor di jalan, daripada berdebu di ruang koleksi.
Artikel Terkait
Afan dan Valen Jadi Panutan Ajang Band Academy Indosar
Titiek Haryati Hadiri Sidang Pledoi Ammar Zoni sebagai Pemerhati, Soroti Pentingnya Rehabilitasi
Eli Murni Matuo Ammar Zoni Harap Rehabilitasi, Pledoi Jadi Penentu Nasib di Persidangan
Indonesia Kantongi Komitmen Investasi Rp574 Triliun dari Jepang dan Korea Selatan