JAKARTA - Sinetron `Cinta Sedalam Rindu` (CSR) yang tayang di SCTV kini telah memasuki episode ke-55. Di balik kesuksesan sinetron ini, para pemainnya, seperti Dannia Salsabilla (sebagai Felicia) dan Farhan Rasyid (sebagai Ezra), berbagi cerita seru dan tantangan yang mereka hadapi selama syuting.
Dalam sebuah wawancara virtual, Dannia dan Farhan mengungkapkan banyak hal menarik, mulai dari pendalaman karakter hingga momen-momen kocak yang membuat mereka tidak bisa menahan tawa saat di lokasi syuting.
Karakater Felicia dan Ezra, Bertolak Belakang dengan Sifat Asli
Farhan Rasyid, yang memerankan Ezra, menjelaskan bahwa karakter yang ia mainkan ini terbilang ringan. Ezra digambarkan sebagai seorang pekerja keras dari keluarga sederhana. Hal ini berbeda dengan peran-peran Farhan sebelumnya yang sering kali memerankan karakter tengil dan kaya.
"Biasanya aku dapat peran tengil, orang kaya. Ini pertama kalinya aku dapat karakter dari keluarga sederhana, pekerja keras, dan lebih berwibawa," ujar Farhan. Ia bahkan mengaku mengambil referensi dari drama Korea `Queen of Tears` untuk pendalaman karakternya.
Berbeda dengan Farhan, Dannia Salsabilla justru harus bekerja keras untuk memerankan Felicia, seorang putri tunggal pemilik perusahaan yang centil, cemburuan, dan manja. Dannia mengungkapkan bahwa karakter Felicia sangat bertolak belakang dengan sifat aslinya yang lebih pendiam.
"Aku ini aslinya pendiam. Aku harus berusaha banget untuk bisa jadi Felicia yang manja dan centil," kata Dannia sambil tertawa.
Tantangan Terbesar: Tawa Gara-Gara Hito Caesar
Tantangan terbesar yang dihadapi Farhan selama syuting bukanlah kesulitan mendalami peran, melainkan menahan tawa saat beradu akting dengan Hito Caesar. Farhan menyebut Hito sebagai sosok yang sangat lucu, baik di depan maupun di belakang kamera.
"Kalau lagi adegan sedih, tapi lawan mainnya Hito itu agak susah karena ketawa terus. Jadi pas lagi mau nangis, ngelihat Hito, emosinya jadi hilang," ungkap Farhan. Ia bahkan harus menghindari kontak mata dengan Hito saat adegan serius agar bisa fokus.
Di sisi lain, Dannia juga punya tantangan tersendiri. Farhan menyebut bahwa Dannia termasuk salah satu pemain yang "gampang habis baterainya," yang artinya ia butuh waktu untuk mengumpulkan mood saat harus memerankan Felicia yang energik. Namun, Dannia menegaskan bahwa ia selalu bersikap profesional saat sudah di depan kamera.
Momen Favorit dan Chemistry yang Kuat
Baik Dannia maupun Farhan sepakat bahwa salah satu adegan favorit mereka adalah saat adegan hujan-hujanan, di mana mereka tidak sepenuhnya mengikuti skrip.
"Kita berdua enggak ngikutin skrip waktu itu. Karena lagi hujan-hujanan, kita ya sudah, ikuti karakter saja," kenang Farhan.
Dannia menambahkan, momen syuting yang paling berkesan baginya adalah saat adegan mereka main bersama. "Kita main aja. Yang penting poin-poinnya tersampaikan di adegan itu," kata Dannia, menekankan bahwa mereka benar-benar menikmati setiap momen syuting bersama.
Chemistry kuat antara Dannia dan Farhan bukanlah hal baru. Mereka pernah bekerja sama dalam proyek `Garis Cinta` sebelumnya, sehingga tidak ada lagi rasa malu atau canggung.
"Enggak ada malu-malu lagi, sih. Pas pertama kali ketemu, sudah kayak teman lama," cerita Farhan. "Pas aku tahu salah satu pemainnya Dannia, aku langsung lega. At least ada satu yang gua kenal," tambahnya.
Wawancara ini juga dihadiri oleh dua pemain lainnya, Esta Pramanita (sebagai Aluna) dan Hito Caesar(sebagai Galaxy), yang memeriahkan suasana. Esta menceritakan perannya sebagai Aluna yang kuat, sabar, dan sayang keluarga, sementara Hito yang baru tiba langsung memancing tawa para pemain lainnya.
Artikel Terkait
Film “Mother Mary” Siap Tayang Spring 2026, Anne Hathaway Tampil dengan Sentuhan Musik Eksperimental
Honda Perkuat Honda HR-V dengan Teknologi Modern dan Fitur Serbaguna
Mercedes-Benz Tegaskan Filosofi Presisi: Detail Kecil Jadi Penentu Kemewahan
Hyundai Rayakan 40 Tahun di Amerika, Perkenalkan Konsep Pickup Tangguh “Boulder”