• Selasa, 07/04/2026
Harga Tiket Pesawat Domestik Naik hingga 13 Persen, Dampak Lonjakan AFTUR Akibat Gejolak Timur Tengah Telah dibuka Grace Cafe dan Resto di Jalan Kemang X Jakarta Selatan Toko Obat Mutiara Sakti, ITC Permata Hijau Jakarta Selatan

Obama Kembali Berbicara di Pennsylvania, Soroti Polarisasi dan Ancaman Demokrasi

- Rabu, 17/09/2025
 Obama Kembali Berbicara di Pennsylvania, Soroti Polarisasi dan Ancaman Demokrasi
Obama membahas berbagai isu penting yang dihadapi Amerika Serikat saat in

Erie, Pennsylvania – Mantan Presiden AS, Barack Obama, kembali ke Erie, Pennsylvania, dalam sebuah acara diskusi yang dihadiri oleh warga, media, dan tokoh masyarakat. Dalam pidatonya, Obama membahas berbagai isu penting yang dihadapi Amerika Serikat saat ini, mulai dari polarisasi politik, ancaman terhadap demokrasi, hingga dampak disrupsi teknologi seperti kecerdasan buatan (AI).

Di awal acara, Obama mengenang kunjungannya ke Erie dan memuji keindahan kota ini. Ia juga berbagi cerita tentang kehidupannya pasca-kepresidenan, termasuk kesibukannya mengurus yayasan, menulis memoar, dan membangun perpustakaan kepresidenan. Namun, fokus utama diskusi beralih pada topik yang lebih serius, yaitu meningkatnya kekerasan politik di AS.

Kekerasan Politik: Ancaman Terhadap Demokrasi

Menanggapi pertanyaan tentang insiden kekerasan politik baru-baru ini, seperti pembunuhan seorang aktivis konservatif di Utah, Obama menekankan bahwa kekerasan adalah hal yang tidak bisa diterima.

“Inti dari sistem demokrasi kita adalah kita harus bisa tidak setuju dan kadang-kadang memiliki perdebatan yang sangat sengit tanpa harus menggunakan kekerasan. Ketika itu terjadi pada seseorang, bahkan jika Anda menganggap mereka `berada di pihak lain` dari argumen, itu adalah ancaman bagi kita semua, dan kita harus jelas dan lugas dalam mengutuknya,” ujar Obama.

Ia menambahkan, meski berbeda pandangan politik, semua pihak harus berduka atas tragedi yang menimpa korban, tanpa mempolitisasi peristiwa tersebut. Obama membandingkan situasi saat ini dengan respons para presiden sebelumnya, seperti George W. Bush setelah 9/11 dan dirinya sendiri setelah tragedi Sandy Hook, yang selalu berupaya menyatukan bangsa.

Tantangan Teknologi dan Informasi

Obama juga menyentil peran media dan teknologi dalam memperdalam perpecahan di AS. Ia menyebut bahwa cara orang mendapatkan informasi telah berubah drastis, terutama dengan munculnya media sosial.

“Apa yang terjadi adalah bagaimana kita mendapatkan informasi berubah, dan itu dipercepat oleh media sosial, dan tiba-tiba Anda memiliki sebagian besar negara yang realitasnya setiap hari sama sekali berbeda dari realitas yang saya terima,” katanya.

Perbedaan ini, menurutnya, menyulitkan komunikasi dan konsensus dalam politik. Ia juga menyoroti bagaimana disinformasi dapat berkembang biak, membuat masyarakat sulit membedakan antara fakta dan opini.

Masa Depan AI: Harapan dan Kekhawatiran

Mengenai kecerdasan buatan (AI), Obama memperingatkan bahwa teknologi ini akan lebih disruptif daripada internet dan media sosial, dan akan berkembang lebih cepat.

“AI berpotensi melakukan disrupsi serupa pada pekerjaan kerah putih. Dan Anda sudah mulai melihat beberapa bukti bahwa itu terjadi karena lulusan perguruan tinggi… mulai memiliki waktu yang lebih sulit dalam mencari pekerjaan,” jelasnya.

Namun, ia juga melihat potensi besar AI untuk kebaikan, seperti penemuan obat untuk penyakit atau solusi untuk perubahan iklim. Obama menyerukan agar ada percakapan publik dan regulasi yang jelas untuk memastikan bahwa AI dikembangkan sejalan dengan nilai-nilai demokrasi.

Pesan untuk Generasi Muda

Di akhir acara, Obama memberikan pesan inspiratif kepada para siswa dan generasi muda. Ia meminta mereka untuk menemukan apa yang benar-benar mereka yakini dan memiliki nilai-nilai yang kuat.

“Belajarlah apa yang benar-benar Anda yakini dan apa yang paling Anda pedulikan. Miliki kode. Karena apa yang membedakan orang yang bahagia, memuaskan, dan memiliki tujuan dari orang yang tidak adalah seperangkat keyakinan dan bintang utara,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kebaikan dan kegunaan.

“Kebaikan sering diremehkan. Kami selalu memberi tahu putri-putri kami, jika Anda menjumlahkan semua nasihat yang Michelle dan saya berikan kepada Malia dan Sasha, Anda mungkin bisa menyimpulkannya dengan mengatakan, jadilah baik dan berguna, dan mereka berdua menjadi cukup baik,” tutupnya.

Tags

Artikel Terkait

Terkini